Rahasia China Kuasai Pasar Lokal dengan Harga Tetap Murah
China akan terus berusaha menjaga pelemahan mata uang yen terhadap mata uang mitra dagang utama China.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Sanusi
Khusus industri manufaktur, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China, tren serupa di negara lain. Kemenperin saat ini fokus jalankan transformasi sektor industri Making Indonesia 4.0.
Kemenperin berkepentingan mendorong industri agar menjalankan usahanya di kawasan industri dengan produk berorientasi ekspor.
"Tahun depan kita ikut selenggarakan pameran manufaktur terbesar Indoprom di Rusia tahun 2026," ujarnya.
Direktur Paramadina Asia Pacific Institute: Peni Handayani mengatakan, semina ini membahaa empat isu utama.
Yakni, faktor Tiongkok bisa menghasilkan produk yang kompetitif, serta kajian atas berbagai saluran yang dipakai para eksportir Tiongkok mulai dari e-commerce dan perjanjian dagang.
Seminar juga menyoroti apa dampak yang dirasakan nasyarakat Indonesia dari membanjirnya produk Tiongkok, serta respon pemerintah dan dunia usaha atas membanjirnya produk Tiongkok di Indonesia.
Stephen Huang dari Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia menambahkan, apapun strategi Tiongkok dalam mencari pasar ekspor, komunitas yang dipimpinnya tetap berpihak pada Indonesia termasuk tentang kekhawatiran akan terjadi dominasi ekonomi oleh Tiongkok.
"Kami adalah pemuda pemudi Tiongkok yang Indonesia sentris," tegasnya.
Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto menekankan pentingnya memperhatikan dan mencari solusi bagi fenomena banjir barang asal China karena ini berdampak pada kemandirian bangsa.
“Kehadiran barang dari China dengan harga yang sangat kompetitif bukan hanya berdampak pada industri lokal, usaha kecil, mikro dan menengah, serta tenaga kerja yang harus menghadapi kehilangan pekerjaan akibat perusahaan tempat mereka bekerja kalah bersaing, tetapi juga pada potensi ketergantungan masyarakat Indonesia pada barang asal China," ujarnya.
"Hal ini pada gilirannya dapat mengganggu kemandirian bangsa,” ujar Johanes juga menjadi dosen pada jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan. (tribunnews/fin)