Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rahasia China Kuasai Pasar Lokal dengan Harga Tetap Murah

China akan terus berusaha menjaga pelemahan mata uang yen terhadap mata uang mitra dagang utama China.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Rahasia China Kuasai Pasar Lokal dengan Harga Tetap Murah
Choirul Arifin/Tribunnews.com
KUPAS STRATEGI TIONGKOK - Seminar bertajuk Strategi Tiongkok Mencari Pasar di Kampus Kuningan Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025. Seminar ini diselenggarakan Paramadina Asia Pacific Institute (PAPI) bersama Forum Sinologi Indonesia (FSI) dan Ikatan Pemuda Tionghoa (IPTI). 

Khusus industri manufaktur, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China, tren serupa di negara lain. Kemenperin saat ini fokus jalankan transformasi sektor industri Making Indonesia 4.0.

Kemenperin berkepentingan mendorong industri agar menjalankan usahanya di kawasan industri dengan produk berorientasi ekspor.

"Tahun depan kita ikut selenggarakan pameran manufaktur terbesar Indoprom di Rusia tahun 2026," ujarnya.

Direktur Paramadina Asia Pacific Institute: Peni Handayani mengatakan, semina ini membahaa empat isu utama.

Yakni, faktor Tiongkok bisa menghasilkan produk yang kompetitif, serta kajian atas berbagai saluran yang dipakai para eksportir Tiongkok mulai dari e-commerce dan perjanjian dagang.

Seminar juga menyoroti apa dampak yang dirasakan nasyarakat Indonesia dari membanjirnya produk Tiongkok, serta respon pemerintah dan dunia usaha atas membanjirnya produk Tiongkok di Indonesia.

Stephen Huang dari Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia menambahkan, apapun strategi Tiongkok dalam mencari pasar ekspor, komunitas yang dipimpinnya tetap berpihak pada Indonesia termasuk tentang kekhawatiran akan terjadi dominasi ekonomi oleh Tiongkok.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami adalah pemuda pemudi Tiongkok yang Indonesia sentris," tegasnya.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto menekankan pentingnya memperhatikan dan mencari solusi bagi fenomena banjir barang asal China karena ini berdampak pada kemandirian bangsa. 

“Kehadiran barang dari China dengan harga yang sangat kompetitif bukan hanya berdampak pada industri lokal, usaha kecil, mikro dan menengah, serta tenaga kerja yang harus menghadapi kehilangan pekerjaan akibat perusahaan tempat mereka bekerja kalah bersaing, tetapi juga pada potensi ketergantungan masyarakat Indonesia pada barang asal China," ujarnya.

"Hal ini pada gilirannya dapat mengganggu kemandirian bangsa,” ujar Johanes juga menjadi dosen pada jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan. (tribunnews/fin)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas