Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Komoditas Nikel Indonesia Menguat, Hilirisasi Jadi Kunci

LME mencatat harga nikel sempat turun ke kisaran US$16.000 per ton dari level tertinggi di atas US$20.000 per ton tahun sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
zoom-in Komoditas Nikel Indonesia Menguat, Hilirisasi Jadi Kunci
Pexels
INDUSTRI PERTAMBANGAN - Foto ilustrasi tambang nikel. LME mencatat harga nikel sempat turun ke kisaran US$16.000 per ton dari level tertinggi di atas US$20.000 per ton tahun sebelumnya. 

Kedua, IGP Bahodopi di Morowali, Sulawesi Tengah, yang berfokus pada produksi nickel pig iron (NPI) sekitar 73 ribu ton per tahun untuk mendukung industri baja tahan karat nasional. Ketiga, IGP Sorowako di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang mengembangkan fasilitas pengolahan berbasis teknologi HPAL untuk meningkatkan efisiensi produksi nikel matte dari tambang eksisting.

Ketiga proyek tersebut ditargetkan beroperasi komersial pada 2026–2028 dan menjadi bagian penting dari ekosistem hilirisasi yang tengah dibangun MIND ID. Dengan rantai bisnis terpadu dari hulu ke hilir mulai dari penambangan, pengolahan feronikel, hingga bahan baku baterai listrik MIND ID memainkan peran strategis dalam mendukung kebijakan hilirisasi nasional sekaligus transisi energi.

“MIND ID punya peran strategis sebagai agregator yang menyeimbangkan rantai pasok dan permintaan untuk menjaga siklus pasar. Holding tambang ini harus mampu mengantisipasi dua penyakit mekanisme pasar, baik oversupply maupun less demand, misalnya lewat kebijakan kuota produksi dan diversifikasi produk smelter,” pungkas Kholid.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas