Kepala Bapanas Klaim Harga Telur Ayam Naik karena Program MBG
harga rata-rata nasional telur ayam ras di pekan pertama November 2025 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp 30 ribu per kg.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Harga rata-rata nasional telur ayam ras pada pekan pertama November 2025 berada di atas Harga Acuan Penjualan Rp 30 ribu per kg.
- Kenaikan harga telur ayam saat ini merupakan imbas dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengungkap penyebab harga telur ayam naik belakangan ini.
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), harga rata-rata nasional telur ayam ras pada pekan pertama November 2025 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp 30 ribu per kg.
Secara umum, harga telur ayam ras pada pekan pertama November 2025 naik 0,33 persen dibanding Oktober 2025.
Daerah-daerah dengan harga telur ayam di atas HAP di antaranya Kabupaten Kampar yang dibanderol Rp 48.333 per kg, Kabupaten Sanggau Rp 45 ribu per kg, dan Kabupaten Melawi Rp 42 ribu per kg.
Amran menyebut kenaikan harga telur ayam saat ini merupakan imbas dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kan ada MBG. Ini kan kenaikannya dampak bagus untuk pergerakan ekonomi. Tiga bulan lalu harga telur Rp 18.000 kan?" katanya ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).
Untuk mengatasi kenaikan harga telur ini, ia menyebut pemerintah akan menambah ayam Day Old Chick (DOC) dan ayam Grand Parent Stock (GPS).
DOC merupakan anak ayam yang akan dibesarkan menjadi ayam petelur, sedangkan GPS adalah bibit induk ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur (layer).
Dengan bertambahnya DOC dan GPS, pemerintah berharap peternak dapat meningkatkan produksi telur.
"Ini kesempatan peternak untuk bangkit. Kan banyak peternak merugi sebelumnya kan, nah inilah dampak positif daripada MBG," ujar Amran.
Baca juga: BPS: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Telur dan Ayam Ras
Meski demikian, Amran menegaskan pemerintah juga akan memanggil perusahaan-perusahaan besar produsen telur untuk membahas kenaikan harga ini.
"Nanti kami panggil perusahaan-perusahaan besarnya," ucap Amran.
Baca tanpa iklan