Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Diyakini Menguntungkan Negara
Menurut Eddy, kondisi Indonesia saat ini telah dikategorikan darurat sampah dengan jumlah mencapai 56 juta ton per tahunnya.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Muhammad Zulfikar
Diketahui, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyoroti serius mengenai persoalan sampah di Tanah Air.
Salah satu upaya menyelesaikannya melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan payung hukum Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
Danantara memprediksi dengan proyek waste to energy dapat menyelesaikan 10 persen persoalan sampah di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dibangun di Berbagai Daerah
Proyek WTE disebut membutuhkan investasi sebesar Rp 91 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkap proyek WTE akan dilakukan di 33 kota.
"Total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk kurang lebih di 33 kota," katanya ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Jumlah investasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan 1.000 ton sampah per hari di tiap kota.
Di acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 ini, Rosan menyebut sudah ada investor yang menunjukkan minat untuk terlibat.
"Tadi saya disampaikan yang ingin ikut program itu terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program Waste to Energy yang baru saja kita sampaikan ini," ucap Rosan.
Meski proyek ini menyasar 33 kota, tahap awal akan dimulai di 10 kota yang telah lolos asesmen Kementerian Lingkungan Hidup.
Rosan pun menegaskan bahwa tiap kota tidak dibatasi hanya memiliki satu fasilitas pengolahan sampah jadi energi.
Rosan mencontohkan Jakarta yang bisa memiliki tiga hingga empat fasilitas karena volume sampah per harinya yang besar.
"Jakarta ini per harinya itu 8 ribu ton sampah. Sedangkan tumpukan sampahnya itu kalau tidak dilakukan perubahan yang signifikan, itu sudah 55 juta ton. Jadi kalau kita kasih ilustrasi, itu kata Bapak Gubernur, sama dengan 16.500 lapangan bola besarnya," ujar Rosan.
Baca tanpa iklan