Pengembangan SDM Digenjot agar Bisa Menghadapi Tantangan Industri Aluminium
Penguatan SDM dibutuhkan untuk menghadirkan ekosistem industri yang kompetitif, agile, dan inovatif.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Penguatan SDM dibutuhkan untuk menghadirkan ekosistem industri yang kompetitif, agile, dan inovatif.
- CLF merupakan langkah perusahaan dalam menumbuhkan rasa keinginan untuk belajar dan tumbuh dari setiap insan Inalum.
- Pada tahun 2025, ICLF diadakan dalam 36 sesi dengan 41 pembicara, dengan jumlah peserta mencapai 2.951 peserta.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri aluminium diperkuat agar bisa menghadapi dinamika tantangan ekosistem industri aluminium.
Untuk itu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membuat INALUM Culture & Learning Festival (ICLF).
Direktur Strategic Support & Human Capital INALUM Benny Wiwoho menjelaskan, ICLF merupakan langkah perusahaan dalam menumbuhkan rasa keinginan untuk belajar dan tumbuh dari setiap insan Inalum.
Menurutnya, hal ini dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghadirkan ekosistem industri yang kompetitif, agile, dan inovatif.
"ICLF dibuat setiap tahun, kami menganggap bahwa insan Inalum yang kompetitif, agile dan siap berkembang akan bisa lebih cepat membawa Inalum menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan agile," ujar Benny dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
ICLF merupakan program tahunan Direktorat Strategic Support & Human Capital yang telah berjalan selama tiga tahun.
Pada tahun ini mengusung tema “Forging a Culture of Growth, Ownership, and Sustainability to Leap Forward” sebagai wujud komitmen Inalum dalam membangun budaya kerja yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan, rasa kepemilikan, dan kepedulian terhadap keberlanjutan melalui berbagai program pembelajaran, pelatihan.
Pada tahun 2025, ICLF diadakan dalam 36 sesi dengan 41 pembicara, dengan jumlah peserta mencapai 2.951 peserta, angka ini meningkat 21,2 Persen dibandingkan tahun 2024.
Baca juga: Pemanfaatan AI di Dunia HR Dorong Transformasi SDM Berbasis Teknologi dan Data
Lebih lanjut Ia mengatakan, pada 2023, program ini mendorong transformasi Operational Excellence serta pembangunan SDM berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan produksi di periode 2023–2024.
Selanjutnya, pada 2025 terjadi lonjakan inovasi melalui Technology Innovation Seminar (TIS) yang tercatat meningkat hingga 12 kali dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus terwujudnya berbagai milestone strategis seperti pengoperasian Pabrik Pemurnian Alumina SGAR 1.
Capaian tersebut menjadi fondasi kuat untuk ekspansi berikutnya, termasuk rencana pengembangan kapasitas SGAR 2 pada 2028 serta pembangunan Smelter 2 di Mempawah, Kalimantan Barat, dan Potline 4 di Smelter Kuala Tanjung, pada 2029.
Baca tanpa iklan