Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Industri Kemasan Bergeser, Herman Pratomo: Berfokus Ramah Lingkungan dan Kesehatan Konsumen  

Indonesia dinilai memiliki kekuatan pada kemasan berbasis kertas yang perlu diperkuat melalui inovasi desain, teknologi, dan komunikasi produk.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Industri Kemasan Bergeser, Herman Pratomo: Berfokus Ramah Lingkungan dan Kesehatan Konsumen  
HO/IST
INDUSTRI KEMASAN - Ketua Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI), Herman Pratomo (kedua dari kanan) saat pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 akan digelar pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Indonesia. Herman Pratomo memproyeksikan industri kemasan atau packaging akan bergerak ke arah yang semakin berorientasi pada keberlanjutan (sustainability) pada tahun 2026 

Ringkasan Berita:
  • Ketua ATGMI Herman Pratomo memproyeksikan industri packaging 2026 akan semakin berfokus pada sustainability yang ramah lingkungan dan kesehatan konsumen, tidak hanya aspek visual dan fungsi
  • Indonesia dinilai memiliki kekuatan pada kemasan berbasis kertas yang perlu diperkuat melalui inovasi desain, teknologi, dan komunikasi produk.
  • Transformasi digital seperti AI, digital printing, dan flexography printing juga akan mendorong efisiensi serta keamanan kemasan makanan dan minuman.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI), Herman Pratomo, memproyeksikan industri kemasan atau packaging akan bergerak ke arah yang semakin berorientasi pada keberlanjutan (sustainability) pada tahun 2026.

Menurutnya, tren global saat ini tidak lagi hanya menekankan aspek visual dan fungsi kemasan, tetapi juga mulai bergeser pada aspek ramah lingkungan serta ramah kesehatan bagi konsumen.

“Sustainability itu jadi terpenting. Kemasan ke depan harus lebih ramah lingkungan dan juga aman untuk kesehatan,” ujar Herman di sela-sela pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).  

GPPE dan LCBE sendiri digelar pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Jakarta.

Herman menegaskan, Indonesia memiliki keunggulan penting dalam industri kemasan berbasis kertas. Potensi ini dinilai perlu terus diperkuat agar dapat bersaing di pasar global yang semakin ketat.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai, tren packaging ke depan tidak hanya soal material, tetapi juga bagaimana kemasan mampu memperkuat komunikasi produk melalui inovasi desain dan teknologi percetakan.

“Harapannya, tren ini bisa memperkuat komunikasi lewat inovasi di dunia percetakan atau value editing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menyoroti pentingnya inovasi kemasan yang benar-benar sesuai dengan karakter produk yang dikemas.

Baca juga: Industri Petrokimia Diterpa Tekanan Global dan Ancaman Dumping, Inaplas Dorong Penguatan Kebijakan

Menurutnya, desain dan fungsi kemasan harus mampu merepresentasikan isi secara akurat, baik dari sisi keamanan maupun informasi.

Selain itu, perkembangan teknologi juga mulai mendorong hadirnya kemasan yang lebih cerdas (smart packaging) melalui integrasi sistem digital.

“Inovasi sekarang itu bukan hanya desain, tapi juga kesesuaian kemasan dengan produk riil yang ada,” katanya.

Peran AI dan Digitalisasi dalam Produksi

Di sisi lain, Herman menekankan bahwa transformasi digital akan semakin berperan besar dalam industri grafika dan kemasan.

Salah satu yang mulai berkembang adalah penggunaan software berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses desain hingga produksi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas