Supermarket di Cempaka Putih Jual Telur Ayam di Atas Harga Acuan
Supermarket di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kedapatan menjual telur ayam di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Supermarket di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kedapatan menjual telur ayam di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
- Pihak supermatket mengakui kenaikan harga telur ayam baru terjadi dalam tiga hari terakhir dan akan segera menyesuaikan harganya sesuai dengan HAP.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Supermarket di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kedapatan menjual telur ayam di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Temuan tersebut didapati Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa saat melakukan pemantauan harga pangan.
Di situ, harga telur ayam tercantum sebesar Rp 3.290 per 100 gram. Harga ini setara Rp 32.900 per kilogram (kg), lebih tinggi dari HAP sebesar Rp 30 ribu yang ditetapkan pemerintah.
Rizal kemudian menegur Store General Manager Transmart Cempaka Putih, Yayan Rahmat Mulyana, dan meminta agar harga telur segera disesuaikan.
"Nah, cuma telur ini agak sedikit naik, nanti tolong disesuaikan. Harapannya nanti diubah ini harganya menjadi Rp 30 ribu," kata Rizal di lokasi, Rabu (24/12/2025).
Menanggapi hal tersebut, Yayan menjelaskan, kenaikan harga telur ayam baru terjadi dalam tiga hari terakhir. Ia memastikan pihaknya akan segera menurunkan harga sesuai dengan HAP.
"Untuk yang telur nanti kita turunkan di harga sesuai dengan harga Rp 30 ribu. Ini baru tiga hari sebetulnya [kenaikannya] karena memang harga telur kemarin itu juga masih Rp 30 ribu," kata Yayan.
Dalam kesempatan sama, Ketut menegaskan bahwa stok telur ayam nasional saat ini dalam kondisi aman, bahkan cukup hingga setelah Ramadan 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan harga telur ayam dipicu oleh meningkatnya permintaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Biasa namanya Nataru kan permintaannya naik, sehingga ada kenaikan [harga]," kata Ketut.
Meski demikian, ia menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan para peternak bahwa telur ayam di tingkat produsen bisa berada di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 25 ribu per kg.
Dengan begitu, harga jual di tingkat pedagang masih bisa berada di Rp 30 ribu per kg. Karena itu, pemerintah terus mengimbau dan mengingatkan para pedagang agar menjual telur ayam sesuai dengan harga acuan.
"Kami mengimbau, mengarahkan, dan mengingatkan pedagang agar kembali ke harga acuan. Telur kan kita swasembada dan memang banyak dan kita harus menyesuaikan harga. Kami minta turunkan [harganya]," ujar Ketut.
Sebelum menyambangi Transmart, Rizal dan Ketut juga sempat menyambangi Pasar Rawamangun untuk melakukan pemanatan harga bahan pokok.
Baca tanpa iklan