Lewat Program AURA, BRI Peduli Perkuat Peran Ibu Penggerak Usaha Perempuan di Bali
BRI Peduli melalui program AURA telah memberdayakan 22 kelompok Wanita dengan 562 wanita yang terlibat dan tersebar di 13 wilayah di Indonesia.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum untuk merefleksikan besarnya peran seorang ibu. Tak hanya sebagai pilar dalam keluarga, perempuan juga memiliki kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Hal ini dibuktikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri, komunitas para ibu dari Desa Wanagiri, Buleleng, Bali, yang menunjukkan bahwa perempuan mampu tumbuh, berdaya, dan bersama-sama membangun usaha yang berdampak.
Desa Wanagiri dikenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Kondisi alam tersebut menjadikan wilayah ini cocok untuk perkebunan kopi. Berangkat dari potensi itu, Ketua KWT Sari Amerta Giri, Ni Nyoman Budiani, memilih kopi sebagai komoditas kelompoknya.
“Kopi dipilih karena potensi unggulan Desa Wanagiri. Di desa saya ini, ada jenis kopi robusta dan arabika. Jadi, karena potensi bahan baku saat itu, kami coba dulu pengolahan kopi robusta, lalu arabika,” ceritanya.
Selain kopi bubuk, perempuan yang kerap disapa Ani itu menerangkan bahwa kelompoknya juga mengembangkan beragam produk lain, seperti ekstrak jahe, jamu kunyit asam, keripik, hingga roti berbahan dasar talas. Inovasi terus berlanjut dengan menghadirkan dodol kopi serta minuman fermentasi kopi yang dikenal sebagai wine kopi.
KWT Sari Amerta Giri lahir dari kesamaan latar belakang para perempuan Desa Wanagiri sebagai petani. Di awal pendirian, kelompok ini hanya beranggotakan 12 orang dengan kondisi sumber daya manusia yang beragam, baik dari segi pendidikan, cara berpikir, maupun pengalaman usaha.
Meski demikian, kebersamaan sebagai sesama petani sekaligus perempuan menjadi modal utama untuk mereka berani melangkah bersama.
Di awal usaha, tantangan terbesar yang dirasa bukan hanya keterbatasan modal, tetapi juga minimnya pengetahuan tentang bagaimana memajukan usaha kopi.
Menurut Ani, saat itu KWT Sari Amerta Giri sudah ada, namun belum mendapat perhatian dan pendampingan yang cukup akan pengetahuan terkait pengolahan hingga pemasaran produk. Selain itu, saat itu perempuan desa masih dipandang sebelah mata.
Alih-alih mundur, Ani justru menjadikan hal itu sebagai pemicu semangat untuk berjuang. Ia terus membawa nama Desa Wanagiri ke berbagai kesempatan dan memperkenalkan kopi arabika dari Buleleng.
Baca juga: Hadirkan Kemudahan Transaksi pada Libur Nataru, BRI Optimalkan BRILink Agen hingga Super Apps BRImo
Terus Berkembang lewat Dukungan Program AURA BRI Peduli
Eksistensi KWT Sari Amerta Giri semakin menguat ketika mendapatkan pendampingan dari BRI lewat Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA).
Melalui program ini, KWT Sari Amerta Giri mendapatkan berbagai bantuan peralatan usaha, seperti mesin espresso lengkap dengan grinder, freezer, showcase pendingin, hingga cool box. Peralatan tersebut mendukung pengembangan produk kopi, khususnya untuk kebutuhan penyajian saat acara atau pameran.
Selain peralatan, pelatihan juga menjadi bagian penting dari dukungan Program AURA. Anggota KWT mendapatkan pelatihan barista dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penanaman yang baik, pengetahuan jenis kopi robusta dan arabika, roasting menggunakan mesin, hingga pelatihan khusus pengolahan wine kopi sesuai kebutuhan kelompok.
Dampak dari proses tersebut mulai dirasakan para anggota. Salah satu perubahan paling nyata adalah peningkatan kualitas kemasan produk. Dari kemasan plastik, kopi KWT kini beralih ke kemasan botol dengan segmen menengah premium.
Bagi Ani, Hari Ibu menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama para perempuan desa. Ia meyakini perempuan memiliki peran besar dalam membangun perekonomian keluarga dan masyarakat.