Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tahun Depan RI Stop Impor Gula Konsumsi

Gula industri yang dialokasikan untuk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) ditetapkan sebesar 508.360 ton.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tahun Depan RI Stop Impor Gula Konsumsi
Istimewa
IMPOR GULA KONSUMSI - Ilustrasi. Impor gula yang dilakukan pada tahun depan hanya untuk kebutuhan industri. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memastikan tidak ada impor gula konsumsi pada 2026.
  • Impor hanya dibuka untuk gula industri sebesar 3,12 juta ton dan KITE 508 ribu ton.
  • Pemerintah menargetkan swasembada gula nasional dalam 3–4 tahun melalui peningkatan produktivitas tebu.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan mengimpor gula konsumsi pada tahun depan.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengungkap bahwa impor gula yang dilakukan pada tahun depan hanya untuk kebutuhan industri.

Pemerintah menetapkan impor gula industri sebesar 3.124.394 ton. Lalu, gula industri yang dialokasikan untuk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) ditetapkan sebesar 508.360 ton.

"[Gula] konsumsi kita enggak ada impor," kata Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Bapanas: Target Produksi Gula Konsumsi Nasional Tahun Ini 2,59 Juta Ton

Pada kesempatan sama, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa dari total impor gula industri sebesar 3,1 juta ton, sekitar 98 persen merupakan gula mentah.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun sisanya, dalam porsi yang kecil, berupa gula kristal untuk kebutuhan industri.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia bisa swasembada gula paling lambat empat tahun lagi.

"Mudah-mudahan tiga tahun ke depan atau empat tahun paling lama swasembada gula total termasuk industri," kata Amran usai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).

Amran pun memuji Khofifah karena Jawa Timur mampu menjadi provinsi dengan produksi tebu terbesar di Indonesia. 

Pada 2024, Jawa Timur menghasilkan sekitar 2,46 juta ton tebu, menyumbang 51,65 persen dari total produksi gula nasional.

"Kami melihat kinerja beliau luar biasa, sehingga kita akan support [produksi, red] tebu," ujar Amran.

Khofifah mengatakan Pemprov Jawa Timur mendapatkan kepercayaan dari Amran untuk melakukan bongkar ratoon.

Bongkar ratoon merupakan upaya mengganti tanaman lama yang sudah tidak produktif dengan tanaman baru benih tebu yang terjamin kualitasnya.

"Kami mendapatkan kepercayaan dari Pak Mentan untuk melakukan bongkar ratoon dalam jumlah yang cukup signifikan untuk persiapan swasembada gula," kata Khofifah.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas