Tahun Depan RI Stop Impor Gula Konsumsi
Gula industri yang dialokasikan untuk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) ditetapkan sebesar 508.360 ton.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan mengimpor gula konsumsi pada tahun depan.
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengungkap bahwa impor gula yang dilakukan pada tahun depan hanya untuk kebutuhan industri.
Pemerintah menetapkan impor gula industri sebesar 3.124.394 ton. Lalu, gula industri yang dialokasikan untuk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) ditetapkan sebesar 508.360 ton.
"[Gula] konsumsi kita enggak ada impor," kata Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Baca juga: Bapanas: Target Produksi Gula Konsumsi Nasional Tahun Ini 2,59 Juta Ton
Pada kesempatan sama, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa dari total impor gula industri sebesar 3,1 juta ton, sekitar 98 persen merupakan gula mentah.
Adapun sisanya, dalam porsi yang kecil, berupa gula kristal untuk kebutuhan industri.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia bisa swasembada gula paling lambat empat tahun lagi.
"Mudah-mudahan tiga tahun ke depan atau empat tahun paling lama swasembada gula total termasuk industri," kata Amran usai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Amran pun memuji Khofifah karena Jawa Timur mampu menjadi provinsi dengan produksi tebu terbesar di Indonesia.
Pada 2024, Jawa Timur menghasilkan sekitar 2,46 juta ton tebu, menyumbang 51,65 persen dari total produksi gula nasional.
"Kami melihat kinerja beliau luar biasa, sehingga kita akan support [produksi, red] tebu," ujar Amran.
Khofifah mengatakan Pemprov Jawa Timur mendapatkan kepercayaan dari Amran untuk melakukan bongkar ratoon.
Bongkar ratoon merupakan upaya mengganti tanaman lama yang sudah tidak produktif dengan tanaman baru benih tebu yang terjamin kualitasnya.
"Kami mendapatkan kepercayaan dari Pak Mentan untuk melakukan bongkar ratoon dalam jumlah yang cukup signifikan untuk persiapan swasembada gula," kata Khofifah.