Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Curhat Pengusaha SPPG Susahnya Dapat Pinjaman Bank Bangun Dapur MBG: Padahal Ini Program Prioritas

Himbara enggan memberikan pinjaman karena menilai bisnis SPPG tidak bankable atau tak memenuhi kriteria kelayakan kredit

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Curhat Pengusaha SPPG Susahnya Dapat Pinjaman Bank Bangun Dapur MBG: Padahal Ini Program Prioritas
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
PENGUSAHA SPPG - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Alven Stony dalam acara MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Ia mengungkap keluhan pelaku usaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sulit mendapatkan pinjaman dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat mulai membangun dapur. 

Ringkasan Berita:
  • Pengusaha SPPG mengaku sulit memperoleh pinjaman bank untuk membangun dapur MBG.
  • Minim dukungan pembiayaan memaksa pelaku usaha berutang ke keluarga dan relasi.
  • Pemerintah menilai MBG aman dan bankable karena dijamin APBN dengan arus kas awal.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Alven Stony mengungkap keluhan pengusaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sulit mendapatkan pinjaman dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat mulai membangun dapur.

Ia bercerita, akibat tak kunjung mendapat dukungan pembiayaan, anggota Gapembi terpaksa urunan dengan keluarga, tetangga, hingga teman untuk membangun fasilitas SPPG.

"Banyak yang hutang sana-sini, tetapi tidak bisa berhutang di bank," kata Alven dalam acara MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: BGN Klarifikasi Soal Video Protes Menu MBG di Lampung Utara: Makanan Aman, Sesuai Standar

Alven mengatakan para pengusaha Gapembi bukanlah kelompok yang mendapat kemudahan fasilitas.

Mereka disebut harus bekerja keras sejak awal karena belum ada dukungan jaminan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Rekomendasi Untuk Anda

BGN tidak memberikan apapun untuk bisa dibawa kemana-mana untuk mencari modal. Setelah sudah dibangun, baru bisa dikasih izin.

"Jadi ya Alhamdulillah kami disebut risk taker juga para pengusaha Gapembi. Kami berani mengambil resiko," ucap Alven.

Menurut Alven, Himbara enggan memberikan pinjaman karena menilai bisnis SPPG tidak bankable atau tak memenuhi kriteria kelayakan kredit.

Padahal, ia merasa jaminan para anggota Gapembi untuk membangun SPPG itu lebih dari cukup.

"Kok program pemerintah yang sangat prioritas itu perbankan tidak dapat mendukung jaminan pembiayaan dari program ini," ujar Alven.

Ia menilai dari semua SPPG yang saat ini berdiri, tidak sampai 1 persen dari hasil pembiayaan perbankan.

Sebab, setahu dia, baru pada Agustus 2025 perbankan mulai menilai bisnis SPPG bankable karena baru menyadari bahwa sistem pembayarannya dilakukan di awal oleh Badan Gizi Nasional.

SPPG Model Bisnis Menarik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya pernah menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program yang aman dan terjamin.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas