Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Curhat Pengusaha SPPG Susahnya Dapat Pinjaman Bank Bangun Dapur MBG: Padahal Ini Program Prioritas

Himbara enggan memberikan pinjaman karena menilai bisnis SPPG tidak bankable atau tak memenuhi kriteria kelayakan kredit

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Curhat Pengusaha SPPG Susahnya Dapat Pinjaman Bank Bangun Dapur MBG: Padahal Ini Program Prioritas
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
PENGUSAHA SPPG - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Alven Stony dalam acara MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Ia mengungkap keluhan pelaku usaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sulit mendapatkan pinjaman dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat mulai membangun dapur. 

Hal itu disampaikan Airlangga di hadapan kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam acara road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Saat ini para anggota Kadin Indonesia tercatat memiliki sekitar 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang ada di seluruh Indonesia.

Ia mengapresiasi hal tersebut dan menegaskan bahwa MBG merupakan program yang aman karena dijamin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun, jadi aman," katanya.

Airlangga kemudian menilai bahwa SPPG memiliki model bisnis yang menarik bagi pelaku usaha karena sistem pembiayaannya dilakukan di awal sebelum produksi dilakukan.

Dengan begitu, Airlangga memandang bisnis model bisnis SPPG memiliki arus kas yang bagus.

"Kami monitor itu ada beberapa yang sudah punya [SPPG] satu, pasti mau bikin yang kedua dan seterusnya," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bahkan, di sebuah daerah seperti di Lamongan, masyarakat urunan untuk bikin SPPG," lanjut Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menyebut alokasi anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun tersebut jika dirata-ratakan per kuartal dapat mencapai hampir Rp 80 triliun.

Menurut dia, ketika program berjalan di tingkat akar rumput, aliran dana Rp 80 triliun per kuartal ini mampu memberikan efek signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Airlangga mengatakan program MBG juga akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lewat penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. MBG diperkirakan akan mempekerjakan hingga 3 juta orang di seluruh Indonesia.

"Ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah, walaupun [target] di APBN 5,4 persen, tapi internally kita ke 5,8-6 persen," ucap Airlangga.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas