Investor Disarankan Hati-hati Sikapi Saham yang Naik karena Spekulasi Masuk MSCI
Keputusan MSCI membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia memicu sentimen negatif dengan kejatuhan IHSG hingga 7 persen lebih.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Keputusan MSCI membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia memicu sentimen negatif dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 7 persen lebih pagi ini.
- Akan terjadi sentimen negatif untuk IHSG dalam beberapa waktu ke depan karena investor asing akan melihat ini sebagai governance risk.
- MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham, baik punya KSEI maupun BEI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Investor disarankan untuk berhati-hati pada saham-saham yang naik karena spekulasi masuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Keputusan MSCI membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia memicu sentimen negatif dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 7 persen lebih pagi ini, Rabu, 28 Januari 2026.
Tim Riset KISI Sekuritas Indonesia mengatakan, akan terjadi sentimen negatif untuk IHSG dalam beberapa waktu ke depan karena investor asing akan melihat ini sebagai governance risk.
Dalam laporan tertulisnya, KISI Sekuritas menyatakan interim freeze itu membuat tidak akan ada penambahan saham baru (Additions) atau promosi (Small to Standard) untuk emiten Indonesia pada review periode Februari 2026.
“Dampak langsung ke (saham) kandidat adalah seluruh tesis investasi berbasis inklusi MSCI untuk Februari ini gugur,” sebut riset tersebut seperti dikutip Kontan.
Masalah utama keputusan yang diambil MSCI tersebut adalah krisis kepercayaan. MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham, baik punya KSEI maupun BEI.
MSCI melihat ada masalah terkait struktur kepemilikan yang buram (opacity) dan dugaan manipulasi harga terkoordinasi (coordinated trading behavior).
“Secara sederhana market kita dianggap terlalu banyak "gorengan" dan data free float-nya tidak mencerminkan realita,” katanya.
Baca juga: IHSG Jatuh 7 Persen Setelah MSCI Bekukan Perubahan Evaluasi Saham RI
Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI pun mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
“Jika terjadi, maka potensi dana asing yang keluar dapat mencapai minimal US$10 miliar, dengan asumsi frontier market tidak termasuk ke dalam mandat investasi,” sebut tim riset KISI Sekuritas.
Dalam pengumumannya, MSCI menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks akan menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berpotensi menghambat arus dana investor asing.
Baca juga: IHSG Selasa Pagi Dibuka Merosot 0,76 Persen ke Level 8.906.677
MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka melemah 6,69 persen atau turun 600,82 poin ke level 8.379,41 pada pembukaan perdagagan pagi tadi.
Sebanyak 521 saham dibuka melemah, 379 saham statis dan hanya 58 saham yang dibuka menguat.
Baca tanpa iklan