Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Proyek Dragon MIND ID Diyakini Bisa Bawa Indonesia ke Ekosistem Baterai Global

Proyek ini dinilai sejalan dengan kebijakan hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing dan mendukung transisi energi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Proyek Dragon MIND ID Diyakini Bisa Bawa Indonesia ke Ekosistem Baterai Global
HO/IST
PROYEK DRAGON - Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (2/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Komisi XII DPR mendukung penuh Proyek Dragon untuk pengembangan ekosistem baterai nasional yang dijalankan MIND ID melalui IBC bersama konsorsium CATL.
  • Proyek ini dinilai sejalan dengan kebijakan hilirisasi untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing ekonomi, dan mendukung transisi energi ramah lingkungan.
  • DPR menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan, daur ulang baterai, serta kepastian pasar domestik agar industri baterai nasional tumbuh berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komisi XII DPR RI mendukung penuh proyek hilirisasi ekosistem baterai melalui Proyek Dragon yang dijalankan Grup MIND ID melalui Indonesian Battery Corporation (IBC). 

Kerja sama strategis dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dinilai menjadi bukti nyata komitmen Negara dalam mempercepat pembangunan ekosistem baterai nasional yang mampu memberi manfaat bagi ekonomi nasional, dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam ekosistem baterai global. 

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menegaskan, proyek baterai terintegrasi ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi berdampak positif bagi ekonomi Indonesia mulai dari memperkuat daya saing ekonomi, menarik investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendukung transisi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Kegiatan hilirisasi merupakan kebijakan utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Proyek baterai ini menjadi bagian penting dari strategi tersebut,” ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (2/2/2026).

Bambang menekankan DPR juga berharap pentingnya komitmen pengelolaan lingkungan, khususnya terkait limbah B3, baterai gagal fungsi, serta sistem daur ulang baterai pasca pakai agar industri baterai nasional berkembang secara berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami ingin memperoleh penjelasan komprehensif terkait progres proyek, kesiapan produksi, serta bagaimana komitmen pengelolaan lingkungan dan daur ulang baterai akan dijalankan,” ujarnya.

Baca juga: Komunitas EV: Kasus Kebakaran Mobil Listrik Belum Tentu dari Baterai, Bisa juga Instalasi Charging

Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI menegaskan empat poin utama dukungan terhadap pengembangan industri baterai nasional.

Pertama, Komisi XII mendukung percepatan pembangunan proyek manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang agar dapat segera berproduksi, dengan tetap mengutamakan pengelolaan lingkungan dan sosial sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kedua, Komisi XII mendorong IBC untuk segera merealisasikan investasi-investasi baru dalam pengembangan baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) berbasis nikel dengan memanfaatkan potensi sumber daya mineral Indonesia.

Ketiga, Komisi XII mendukung pemberian insentif fiskal berupa tax holiday serta perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih optimal bagi IBC, mengingat proyek ini membangun rantai industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Nissan Serah Terima X-Trail e-Power with e-4ORCE, SUV Elektrifikasi Tanpa Ngecas Baterai

Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengapresiasi percepatan pembangunan proyek tersebut yang dinilai melampaui ekspektasi awal. Dari lahan kosong, fasilitas produksi kini hampir rampung dan ditargetkan mulai berproduksi pada Juni 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.

“Progresnya luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan investasi dan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke ekosistem baterai global,” ujar Cek Endra.

Di samping itu, Komisi XII juga menyoroti pentingnya kepastian pasar domestik guna menjaga keberlanjutan industri. Selain sektor kendaraan listrik, pemanfaatan baterai untuk sistem penyimpanan energi di sektor kelistrikan dan rumah tangga dinilai perlu diperluas agar kapasitas produksi besar tidak berisiko memicu kelebihan pasokan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas