Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Melemah ke Rp 16.776 per Dolar AS Pada Rabu 4 Februari

Pada perdagangan Rabu (4/2/2026) sore, rupiah ditutup melemah ke Rp 16.776 per dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp 16.754.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rupiah Melemah ke Rp 16.776 per Dolar AS Pada Rabu 4 Februari
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). 

Menurut Bank Dunia, Indonesia sulit keluar dari middle income trap jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya.

Ibrahim menilai, Indonesia sebenarnya telah mencatat kemajuan signifikan dan menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup baik.

Namun, masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kualitas lingkungan usaha.

"Persoalan tersebut sangat krusial karena Indonesia, seperti negara lain pada tingkat pendapatan yang sama, harus beralih ke mesin pertumbuhan baru," kata Ibrahim.

Model pertumbuhan Indonesia saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk mendorong ekonomi menuju level pendapatan tinggi.

Ibrahim menyebut pendorong pertumbuhan ke depan harus semakin bersifat endogen dan berfokus pada produktivitas.

Selain itu, dapat memperluas pasar melampaui batas domestik guna mempercepat pembangunan dan inovasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Merujuk analisis World Bank terhadap data perusahaan dan big data di Indonesia, Ibrahim menyebut ekosistem perusahaan besar di Indonesia kurang dinamis dan produktif jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki ukuran ekonomi serupa namun berpendapatan lebih tinggi.

Kemudian, ia menyebut produktivitas perusahaan di Indonesia tidak meningkat seiring dengan pertumbuhan skala usahanya.

Temuan tersebut mengarah pada perlunya perbaikan lingkungan persaingan usaha.

Ibrahim mengatakan, tantangan tidak hanya terletak pada hambatan regulasi, tetapi juga pada penegakan kesetaraan kesempatan berusaha (level playing field) yang konsisten.

"Kondisi ini turut berdampak pada sektor keuangan, serta pasar jasa dan industri perngolahan," ujar Ibrahim.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas