Bahlil Rapat Lagi dengan Presiden Bahas Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah dunia terus berfluktuasi tajam sejak perang Iran versus Amerika dan Israel meletus akhir Februari 2026 lalu.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemerintah terus mencari cara agar harga minta mentah dunia yang fluktuatif ini tidak terlalu berdampak ke dalam negeri.
- Jika harga minyak mentah dunia terus naik maka pemerintah akan menambah anggaran subsidi.
- Harga minyak mentah dunia berfluktuasi tajam sejak perang tersebut meletus akhir Februari 2026 lalu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kembali mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa petang, (10/3/2026).
Bahlil mengatakan kedatangannya untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto membahas persiapan Idul Fitri 1447 Hijriah, serta antisipasi dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.
"Feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah," katanya.
Bahlil mengatakan dampak perang antara AS-Israel dengan Iran harus di antisipasi terutama pada sektor energi. Harga minyak mentah dunia naik turun secara signifikan sejak perang tersebut meletus akhir Februari 2026 lalu.
"Karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dolar per barel dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barel per day sekitar 80-90 dolar jadi memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali," katanya.
Bahlil mengatakan pemerintah terus mencari cara agar harga minta mentah dunia yang fluktuatif ini tidak terlalu berdampak ke dalam negeri.
Bahlil bilang, jika harga minyak mentah dunia terus naik maka pemerintah akan menambah anggaran subsidi.
"Ya kalau terus terjaid pasti dampaknya di anggaran pemerintah akan menambah anggaran untuk subsidi tapi kita sedang memitigasi bahwa kita harus juga mencari sumber-sumhet energi lain selain energi fosil termasuk energi nabati," katanya.
Baca tanpa iklan