Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rest Area 439 Tol Semarang-Solo Dibanjiri Pemudik, Omset Pedagang Melonjak

Omset pedagang di Rest Area 439 ruas Tol Semarang-Solo di Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada H-4 Lebaran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Rest Area 439 Tol Semarang-Solo Dibanjiri Pemudik, Omset Pedagang Melonjak
Tribunnews.com/Reynas Abdila
OMZET Naik - Yogi, pemilik lapak Waroeng Kebul di Rest Area 439 ruas Tol Semarang-Solo, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pengunjung di warungnya mulai meningkqt pada H-4 Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Omset pedagang di Rest Area 439 ruas Tol Semarang-Solo di Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada H-4 Lebaran.
  • Pembeli yang datang ke rest area didominasi rombongan penumpang peserta mudik gratis yang memanfaatkan rest area untuk beristirahat hingga sopir truk angkutan barang antarkota.
  • Menu yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari soto ayam, mie nyemek, nasi rames, penyetan, nasi pecel, sop ayam kampung, nasi goreng, hingga bakmi goreng.

 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Banyaknya pemudik yang transit melepas lelah di Rest Area 439 ruas Tol Semarang-Solo di Dusun Kenongo, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, membuat omset pedagang meningkat.

Seperti terlihat pada H-4 Lebaran pada hari ini, Selasa (17/3/2026), sejumlah lapak pedagang UMKM di rest area ini diserbu pengunjung yang membeli.

Tren ini terjadi seiring dengan terus meningkatnya arus kendaraan pemudik dari Jakarta dan kota-kota di Jawa Barat dan Sumatera yang hendak mudik menuju Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Yogi, pemilik lapak pedagang UMKM Waroeng Kebul mengungkapkan jumlah pembeli pada awal masa mudik masih belum terlalu ramai dan jauh jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Namun, ia mulai merasakan adanya peningkatan sejak semalam H-5 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. “Kemarin-kemarin belum terlalu ramai tapi sekarang sudah mulai naik, apalagi masuk H-4 ini,” ujar Yogi saat ditemui di lokasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pembeli yang datang ke rest area didominasi rombongan penumpang peserta mudik gratis yang memanfaatkan rest area untuk beristirahat hingga sopir truk angkutan barang antarkota.

Baca juga: Cerita Carini Terjebak Macet 14 Jam di Gilimanuk, Pemudik Lain: ke Mana Para Pengatur Kebijakan Ini?

Selain itu, momen sahur juga menjadi waktu yang cukup ramai bagi para pedagang meraup cuan. Banyak pemudik yang sengaja berhenti untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kalau malam sampai dini hari biasanya ramai buat sahur banyak sopir truk sama pemudik yang berhenti makan dulu,” tambah pria yang tinggal di Dusun Kenongo.

Di lapaknya, Yogi menyediakan beragam menu makanan khas rumahan yang menjadi andalan untuk menarik pembeli. 

Menu yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari soto ayam, mie nyemek, nasi rames, penyetan, nasi pecel, sop ayam kampung, nasi goreng, hingga bakmi goreng.

Baca juga: Cerita Pemudik Gowes Sepeda dari Tangerang ke Klaten dan Rangkasbitung Menuju Purbalingga

Menu-menu tersebut banyak diminati karena cocok disantap dalam kondisi hangat. “Paling banyak yang dicari itu soto karena hangat dan kuah-kuah begitu,” jelasnya.

Selain makanan, pilihan minuman juga cukup beragam. Waroeng Kebul menyediakan aneka minuman sachet, mulai dari kopi, teh, hingga minuman instan lainnya yang praktis untuk dinikmati para pemudik.

Minuman hangat seperti kopi dan teh menjadi favorit. Harga yang dibanderol variatif mulai dari Rp 12 untuk segelas kopi dan makanan soto ayam Rp 35 ribu.

Dalam sehari Waroeng Kebul dapat mengantongi omzet Rp1 juta di momen arus mudik ini, meningkat 100 persen lebih dibanding hari normal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas