Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga BBM Tak Naik, Pergerakan IHSG Perkasa Sejak Pagi

Pada perdagangan Rabu (1/4/2025), IHSG dibuka melonjak ke level 7.149,25 dari posisi penutupan sebelumnya 7.048,22.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga BBM Tak Naik, Pergerakan IHSG Perkasa Sejak Pagi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MENGUAT - Pada perdagangan Rabu (1/4/2025), IHSG dibuka melonjak ke level 7.149,25 dari posisi penutupan sebelumnya 7.048,22. Hingga siang ini, sekitar pukul 14.07 WIB, IHSG menguat 1,70 persen ke level 7.168,64. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG menguat 1,70 persen ke level 7.168,64 didorong kepastian harga BBM tidak naik.
  • Sentimen positif juga datang dari harapan meredanya konflik global yang mempengaruhi pasar energi.
  • Aktivitas perdagangan tinggi dengan mayoritas saham menguat, mencerminkan optimisme investor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pagi hingga siang ini selalu bergerak di zona hijau.

Diketahui, pemerintah sebelumnya membantah isu akan menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi pada 1 April 2026.  

Tercatat, pada perdagangan Rabu (1/4/2025), IHSG dibuka melonjak ke level 7.149,25 dari posisi penutupan sebelumnya 7.048,22.

Baca juga: IHSG Ditutup Perkasa Usai Libur Lebaran, Naik 2,75 Persen ke Level 7.302

Hingga siang ini, sekitar pukul 14.07 WIB, IHSG menguat 1,70 persen ke level 7.168,64.

Sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga siang ini, IHSG bergerak di posisi 7.136,25 hingga 7.207,17.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada 494 saham menguat, 240 saham melemah, dan 219 saham stagnan.

Adapun nilai transaksi mencapai Rp10,24 triliun dengan melibatkan 18,77 miliar lembar saham.

Dalam riset Phintraco Sekuritas, proyeksi penguatan IHSG dipicu langkah pemerintah yang sedang merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai mitigasi untuk meminimalisir dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.

“Pemerintah mengidentifikasi ada tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” tulisnya.

Di sisi lain penguatan IHSG terdorong dari konflik di Timur Tengah yang akan mereda setelah Presiden AS Donald Trump berencana mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua minggu hingga tiga minggu dan akan menyerahkan kepada negara lain untuk menyelesaikan masalah di Selat Hormuz.

"Pasar telah terpukul selama lebih dari sebulan dan ekspektasi mungkin telah mencapai titik terendah sehingga secercah harapan kini jauh lebih berharga," kata Michale Bailey di FBB Capital Partners.

Trump mengatakan Iran masih bisa mencapai kesepakatan dengan AS dalam jangka Waktu tersebut, tetapi menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran bukan prasyarat untuk mengakhiri perang.

Resolusi kemungkinan akan memulihkan kepercayaan investor setelah konflik selama lima minggu mengguncang aset energi.

Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas