Koperasi Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi Berbasis Kolektivitas
Koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, selama dikelola secara profesional dan transparan
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Koperasi dinilai berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola profesional, transparan, dan berpihak pada anggota
- Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat ekonomi berbasis kolektivitas.
- Pemerintah berharap model ini menjadi rujukan penguatan koperasi nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, selama dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anggota.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, mengatakan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperkuat ekonomi berbasis kolektivitas.
Baca juga: MBG dan Koperasi Merah Putih Murni untuk Rakyat, Bukan Mobilisasi Politik
“Namun, peran tersebut hanya dapat berjalan optimal apabila koperasi dikelola dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anggota,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Koperasi Kana di Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Kunjungan tersebut juga bertujuan melihat langsung praktik pengelolaan koperasi, mulai dari aktivitas usaha, pemberdayaan anggota, hingga keseimbangan antara fungsi sosial dan ekonomi.
Selama dua hari, rombongan Kemenko PM meninjau sejumlah unit usaha Koperasi Kana di Jawa Timur, termasuk pabrik gula merah PT Indogula Jayabaya di Kediri yang merupakan salah satu unit usaha koperasi tersebut.
Leontinus menegaskan, koperasi harus benar-benar menjadi sarana peningkatan kesejahteraan anggota.
Karena itu, tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis kepentingan anggota menjadi kunci agar koperasi dapat tumbuh sehat dan berdaya saing.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi agar koperasi bisa berkembang berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua Koperasi Kana, Jonathan Danang Wardhana, menilai keterlibatan pemerintah menjadi dorongan penting dalam penguatan ekosistem koperasi di Indonesia.
“Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan koperasi dibutuhkan untuk memperluas dampak ekonomi, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya.
Ia berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan koperasi, terutama dalam membangun model bisnis yang lebih berdaya saing dan berdampak luas.
Pemerintah berharap pengalaman Koperasi Kana dapat menjadi referensi penguatan koperasi nasional agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Baca tanpa iklan