Bisnis Self-Photo Studio Booming, Master Plotter dan Epson Indonesia Gelar Community Gathering
Pertumbuhan tren self-photo studio mendorong Master Plotter dan Epson Indonesia menggelar community gathering bertajuk "Cetak Peluang, Panen Cuan".
Editor:
Content Writer
Pada kegiatan tersebut, Epson Indonesia juga memperkenalkan printer khusus untuk kebutuhan self-photo studio, yaitu Epson D530. Printer ini dilengkapi sistem enam warna, konektivitas WiFi dan WiFi Direct, serta kemampuan cetak bolak-balik.
Sementara itu, Master Plotter menghadirkan berbagai pilihan media cetak. Pilihan tersebut meliputi kertas glossy, satin, lustre, glitter, hingga material transparan dan lenticular yang memberikan efek visual unik.
Selain perangkat keras, peserta juga diperkenalkan dengan software photobooth berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Software tersebut telah terintegrasi dengan payment gateway serta sistem QR code untuk pengunduhan hasil foto melalui cloud.
Integrasi itu dinilai mampu menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya awal bagi pelaku usaha baru. Menurut Djulwardi, kualitas hasil cetak menjadi faktor kunci dalam bisnis self-photo studio.
"Dalam bisnis self-photo studio, yang paling menentukan justru bukan hanya pengalaman saat berfoto, tetapi hasil cetaknya. Pengalaman bisa saja terlupakan, tapi foto yang dibawa pulang akan terus dilihat dan menjadi kenangan," kata Djulwardi.
Djulwardi menambahkan, kualitas hasil print harus benar-benar dijaga agar memberikan kesan kuat dan mendorong pelanggan untuk kembali. Dengan dukungan teknologi dan model bisnis yang semakin efisien, peluang ekspansi bisnis self-photo studio dinilai tidak lagi terbatas di kota besar.
Tren tersebut mulai merambah kota-kota kecil dan kawasan dengan aktivitas komunitas tinggi, seperti area dekat sekolah atau pusat perbelanjaan.
Kondisi ini membuka ruang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif yang ingin memanfaatkan tren visual dan pengalaman konsumen yang terus berkembang.
Baca tanpa iklan