Dampak Rupiah Ambruk: Harga Pangan Naik, PHK hingga Petani Menjerit
Rupiah merosot ke level Rp17.727 dari posisi penutupan kemarin Rp 17.668 per dolar AS. Rupiah pagi tadi di buka di posisi Rp 17.679 per dolar AS.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Namun, transmisi efek pelemahan kurs melalui jalur inflasi produk impor di sektor riil tetap akan mengganggu kualitas pembiayaan syariah.
Ia menjelaskan, pelemahan rupiah akan langsung memengaruhi pelaku usaha yang menjadi nasabah utama perbankan syariah.
Khususnya sektor usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor, mesin produksi, energi, hingga barang modal berbasis dolar AS. Kenaikan biaya impor menyebabkan biaya produksi meningkat dan margin keuntungan perusahaan menurun.
“Dalam situasi tersebut, kemampuan nasabah membayar kewajiban pembiayaan kepada bank syariah ikut melemah. Di sinilah risiko pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) mulai meningkat,” jelas Dimas dikutip dalam website UMY.
Menurutnya, sektor perdagangan, manufaktur, tekstil, farmasi, hingga UMKM berbasis impor disebut menjadi sektor paling rentan terhadap pelemahan rupiah.
"Jika kondisi berlangsung berkepanjangan, tekanan terhadap kualitas pembiayaan perbankan syariah dinilai akan semakin besar karena memburuknya kondisi usaha nasabah," paparnya.