Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bagaimana Pergerakan IHSG Hari Ini setelah Pidato Prabowo dan BI Rate Naik? Berikut Kata Analis

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah pengetatan moneter yang lebih agresif dari ekspektasi konsensus dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 bps.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bagaimana Pergerakan IHSG Hari Ini setelah Pidato Prabowo dan BI Rate Naik? Berikut Kata Analis
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Para pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian ketika Presiden Prabowo Subianto memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR kemarin, terkait target pertumbuhan ekonomi yang realistis. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG diperkirakan bergerak di zona hijau di pasar saham domestik.
  • Sentimen positif datang dari pidato Presiden Prabowo terkait target ekonomi realistis serta kenaikan BI Rate 50 bps menjadi 5,25 persen yang memperkuat rupiah.
  • Dari global, meredanya tensi AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia turut

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/5/2026) berpotensi bergerak di zona hijau.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menyampaikan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berupaya rebound atau menguat karena faktor oversold atau jenuh jual dari pelaku pasar.

Menurutnya, para pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian ketika Presiden Prabowo Subianto memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR kemarin, terkait target pertumbuhan ekonomi yang realistis.

Baca juga: Sore Ini IHSG Ditutup Melemah 52,1 Poin, Rupiah Menguat ke Rp17.653

Misalnya pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5% untuk tahun fiskal mendatang.

"Bersamaan dengan kepastian asumsi makro seperti target yield SBN (surat berharga negara), sehingga hal ini memberikan kepastian bagi market demi meredam risiko volatilitas," papar Nafan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah pengetatan moneter yang lebih agresif dari ekspektasi konsensus dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%. 

Padahal, konsensus sebelumnya memperkirakan kenaikan terbatas ke level 5,00%. Langkah ini diambil untuk meredam tekanan pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan ini cukup intensif. 

"Hal ini tentunya menjadi sentimen positif bagi Rupiah yang terpantau menguat 0,29% di level Rp17.653,5 per dolar AS," ujar Nafan.

Dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi pasar saham, dimana Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa AS berada dalam "tahap akhir" pembicaraan damai dengan Iran.

Hal ini membuat harga minyak WTI anjlok tajam di atas 4%. 

Sementara itu, risalah pertemuan The Fed bulan April menunjukkan bahwa mayoritas peserta FOMC percaya bahwa kenaikan suku bunga "kemungkinan akan menjadi tepat" jika inflasi terus berlanjut di atas target 2% yang ditetapkan The Fed. 

"Menurut CME FedWatch, market secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini, namun ekspektasi terkait kenaikan suku bunga terlihat meningkat dari Juli hingga Desember tahun ini," tuturnya.

Dengan sentimen yang ada, Nafan memperkirakan pergerakan IHSG bergerak pada rentang support 6.157 & 6.081 dan resistance 6.489 & 6.590.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan, indeks-indeks saham Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu (20/5) seiring meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas