Bursa Saham Berdarah, IHSG Rontok 4 Persen Lebih di Tengah Tekanan Rupiah
IHSG pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, dibuka menguat ke level 6.207,10, namun tidak bertahan lama dan sempat anjlok 5 persen lebih.
Tayang:
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Tribunnews/Jeprima
IHSG AMBROL - Pengunjung bermain handphone di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat. IHSG ditutup merosot 4,11 persen atau 254,36 poin ke level 5.941,07 dari posisi penutupan hari sebelumnya 6.195,43.
"Tapi satu hal yang perlu digarisbawahi, outlook-nya negatif, dan itu bukan karena DIM bermasalah, melainkan karena sovereign rating Indonesia sendiri sedang negative outlook.
Artinya, jika rating Indonesia turun, DIM otomatis ikut turun. Sebaliknya, upgrade hanya mungkin terjadi jika sovereign naik dan hubungan DIM dengan pemerintah tetap tidak berubah.
"Intinya, rating ini adalah cermin dari kepercayaan Moody's terhadap kemampuan dan kemauan pemerintah Indonesia untuk mendukung Danantara, bukan terhadap Danantara itu sendiri. Dalam fase awal ini, itu memang satu-satunya basis yang bisa dinilai," katanya.
Berita Populer
Berita Terkini