DPR Minta BI dan Danantara Ikut Pikul Beban Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
Bank Indonesia dan Badan Pengelola Investasi Danantara diminta ikut memikul tugas menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Tayang:
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Theresia Felisiani
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PERTUMBUHAN EKONOMI - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Bank Indonesia dan Badan Pengelola Investasi Danantara diminta ikut memikul tugas menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, ia meminta agar program pendidikan tinggi dibuat lebih akseleratif dan inklusif demi mencetak tenaga kerja terdidik untuk menopang program hilirisasi dan industrialisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Pendidikan tinggi harus inklusif, komersialisasi pendidikan di kampus harus segera di koreksi. Apabila terlambat mengakselerasi hal ini, kita akan tertinggal oleh Vietnam, Malaysia dan Thailand," imbuh Said.
Sebagai informasi, dalam KEM PPKF 2027, pemerintah mengusulkan sejumlah asumsi makro di antaranya: pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar Rp 16.800-17.500 per dollar AS, yield SBN 6,5-7,3 persen, dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) 70-95 dollar AS per barel.
Berita Populer
Berita Terkini