Harga Pertamax Naik, Antrean Beli BBM di Kendari Mengular ke Jalan Raya
Sebagian masyarakat memutuskan beralih menggunakan Pertalite untuk menekan biaya pembelian bahan bakar pasca kenaikan harga Pertamax.
Editor:
Choirul Arifin
Kenaikan harga ini membuat sejumlah warga terkejut saat hendak mengisi bahan bakar di Rabu pagi. Banyak pengendara yang sebelumnya tidak mengetahui adanya penyesuaian harga, sehingga baru menyadari perubahan saat berada di SPBU.
Unik (34), warga Pekanbaru mengaku kaget ketika melihat harga Pertamax sudah berubah saat mengisi bahan bakar untuk kendaraannya.
Ia mengatakan biasanya harga masih berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter. "Baru pagi ini isi, ternyata sudah Rp17 ribu. Lumayan kaget juga karena naiknya cukup jauh. Biasanya saya isi full tank tidak sampai segini," kata Unik kepada Tribun Pekanbaru.
Hal senada disampaikan Yuni, pengendara sepeda motor yang juga rutin menggunakan Pertamax. Ia mengaku harus menyesuaikan kembali pengeluaran harian akibat kenaikan harga tersebut.
"Baru tahu juga naik. Tadi mau isi seperti biasa, tapi pas lihat harga langsung kaget. Jadi harus atur ulang biaya bensin harian," ujar Yuni.
Antrean Normal
Pantauan Tribunpekanbaru, antrean masih normal seperti di SPBU yang ada di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai. Pemandangan ini juga terlihat di SPBU Jalan Dahlia, Jalan Ababil hingga Jalan Harapan Raya.
Jumlah pengendara yang antre masih normal pasca kenaikan harga Pertamax RON 92 ini. Ada di antara pengendara memang beralih mengisi Pertalite karena kenaikan harga Pertamax.
"Ya gimana lagi, terlalu tinggi harganya, makanya sekarang pakai Pertalite," ujar Adi, seorang pengendara kepada Tribunpekanbaru.com.
Menurutnya, lonjakan harga Pertamax RON 92 yang terjadi cukup tinggi dari harga sebelumnya. Kondisi ini yang membuatnya beralih dari Pertamax ke Pertalite.
"Apalagi kondisi sekarang kan, harga-harga pada naik," papar warga Jalan Cipta Karya.
Laporan Reporter Tribun Network: Fernando/Alex/Sahirul Hakim/Desi Triana Aswan