Pendapatan Ruas Tol Cimanggis-Cibitung per Hari Rp 2,3 Miliar, BNBR Catat Laba Bersih Rp 503 Miliar
di tengah kondisi perekonomian terkini, perseroan optimis mampu terus menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah perubahan global.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- BNBR mencatat pendapatan Rp3,74 triliun dan laba bersih Rp503 miliar pada 2025, meningkat 49,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Perseroan menyebut kontribusi pendapatan berasal dari BMI Group, VKTR Group, dan BIIN Group.
- BNBR fokus mengembangkan bisnis infrastruktur fisik dan digital, sementara VKTR telah memasok 152 bus listrik untuk armada TransJakarta hingga kuartal I 2026.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten atau perusahaan publik, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan Rp3,74 triliun di tahun 2025.
Dari pendapatan tersebut, perseroan mengantongi laba bersih Rp503 miliar, naik 49,6 persen dari pencapaian tahun sebelumnya Rp 336 miliar.
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie menjelaskan, pendapatan bersih perseroan tersebut berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,2 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Group sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.
Baca juga: Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Topang Pendapatan BNBR di Kuartal I 2026 Jadi Rp1,13 Triliun
Anin menambahkan, di tengah kondisi perekonomian terkini, perseroan optimis mampu terus menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah perubahan global.
“Ke depan, kami fokus menggarap lini infrastruktur, baik fisik maupun digital. Sembari terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau,” kata Anin dikutip Senin (14/6/2026).
Proyek Infrastruktur
Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR, A. Ardiansyah Bakrie mengatakan, di lini infrastruktur, perseroan melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 km dengan masa konsesi selama 45 tahun hingga 2061.
Volume lalu lintas (traffic) tol ini mencapai rata-rata 40.888 kendaraan per hari atau lebih tinggi hingga 3,38 persen dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
“Pendapatan rata-rata CCT saat ini sebesar Rp2,3 miliar per hari, lebih tinggi hingga 4,87 persen dibandingkan target RKAP dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring meningkatnya proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada tahun 2026,” terang Ardi.
Baca juga: BNBR Dapat Restu Pemegang Saham Gelar Rights Issue, Target Dana Rp6,5 Triliun
Di bidang infrastruktur komunikasi digital, kata Ardi, perseroan melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) di sepanjang 2025 telah berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 358,9 miliar, atau naik 14,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari kontribusi MKN terhadap program pemerintah untuk pemerataan konektivitas internet di area pedesaan, pinggiran kota dan 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).
Selain itu, MKN juga membangun jaringan kabel Fiber Optik sepanjang 8.000 km dan juga jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan total homepass 320.000 di seluruh Indonesia.
Kemudian, sepanjang 2025, VKTR menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan lintas industri.
Sehingga total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR yang telah dirampungkan sejak awal berdirinya hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.
Adapun di kuartal I 2026, VKTR telah menyelesaikan pengiriman sejumlah 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta.