Berkah Setetes Susu dan Secangkir Kopi yang Hidupi Desa Banyuanyar Boyolali
Desa Banyuanyar, Boyolali, jadi destinasi belajar wisata agro-edu berbasis UMKM kopi, susu, dan jahe yang sukses raih penghargaan BRILiaN BRI.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Whiesa Daniswara
Di sana, peserta diajak melihat proses budidaya jamur tiram yang dimulai dari pembuatan baglog, media tanam berbahan limbah serbuk kayu hasil penggergajian.
Kunjungan ditutup dengan pengalaman memanen jamur tiram segar langsung.
Petualangan edukatif kemudian berlanjut ke Kampung UMKM Susu Cowboy di Dukuh Wangan.
Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik perawatan sapi perah untuk menghasilkan susu berkualitas.
Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan mencicipi aneka produk olahan susu hasil kreasi ibu-ibu anggota UMKM setempat, mulai dari yogurt, stik susu, hingga pai susu.
Tidak terasa matahari mulai meninggi dan perut mulai berbunyi minta diisi. Rombongan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton dibawa ke Kedai Kopi Barendo di Dukuh Jumbleng.
Sembari menikmati hidangan sayur ‘ndeso’ dan secangkir kopi, peserta dihibur dengan sajian tari dari anak-anak sekolah Desa Banyuanyar.
Mereka menampilkan Tari Kopi Barendo, yang menceritakan semangat para petani kopi di Desa Banyuanyar.
Gerakannya terinspirasi dari aktivitas panen kopi, mengalir dinamis, dan menggambarkan kebersamaan masyarakat.
Kunjungan pun berakhir. Para peserta kembali ke Lapangan IKM Kampus Kopi dengan membawa pengalaman baru untuk dibawa pulang.
Salut dengan Semangat Desa Banyuanyar
Perwakilan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton, Arif Wijayanto, mengaku salut terhadap semangat dan ketekunan Komarudin dan jajarannya mendorong masyarakat untuk bergerak bersama membuat perubahan.
Sebagai Asisten Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Umum yang menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), ia turut mengakui tidak mudah merangkul banyak orang.
"Yang paling susah itu pasti di awal mengumpulkan orang seperti pengalaman kami di lapangan. Di sisi lain, warga juga hebat karena mau kooperatif mengikuti arahan. Ini hal tidak mudah," kata Arif saat ditemui Tribunnews.com di sela-sela kunjungan.
Oleh karenanya, ia merasa tepat memilih Desa Banyuanyar sebagai tempat belajar Local Hero binaan PT PLN UP Paiton.
Arif berharap ilmu yang didapatkan bisa diterapkan di masing-masing kelompok dengan caranya sendiri.