Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jabarkan Rekap Data Penumpang, Anies Sebut Angkutan Umum Milik Pemprov DKI Lebih Aman

Ia menjabarkan angkutan umum milik Pemprov DKI sudah mampu mengendalikan jumlah penumpang per kendaraan

Jabarkan Rekap Data Penumpang, Anies Sebut Angkutan Umum Milik Pemprov DKI Lebih Aman
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberikan bantuan sosial terhadap warga miskin dan rentan miskin yang terdampak atas pelaksanaan PSBB mulai Kamis, (9/4/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada masa penerapan PSBB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut operasional angkutan umum milik Pemprov DKI jauh lebih aman dari ancaman penularan virus corona, ketimbang milik pemerintah pusat.

Ia menjabarkan angkutan umum milik Pemprov DKI sudah mampu mengendalikan jumlah penumpang per kendaraan, dan jam operasional yang dibatasi.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat virtual bersama Timwas Covid-19 DPR RI, Kamis (16/4/2020).

Baca: UPDATE Corona di Papua, Kamis 16 April 2020: 80 Orang Positif, 6 Pasien Meninggal

Baca: Sepi Job Selama Pandemi Virus Corona, Pamela Safitri Alihkan Kesibukan Bikin Konten Youtube

"Angkutan umum yang di bawah kendali Pemprov sudah jauh lebih aman. Operasinya sudah dibatasi, jumlah penumpangnya pun dikendalikan di pintu masuk halte maupun stasiun," kata Anies.

Baca: Berikut Perkembangan Berat Janin 5 Minggu, Ibu Hamil Perlu Tahu

"Di dalam halte mereka cuma diizinkan masuk bus jika masih ada ruang cukup.m," imbuhnya.

Lanjut Anies, kendaraan umum yang dikelola Pemprov DKI juga telah alami penurunan jumlah penumpang signifikan.

Hal itu nampak dari perbandingan data jumlah penumpang dari sebelum dan setelah Covid-19 mewabah.

Sebagai gambaran jumlah penumpang Transjakarta dan Jak Lingko sebelum wabah Covid-19 berkisar 950 - 1 juta penumpang per hari. Tapi semenjak 1 April 2020, jumlahnya tinggal 103 ribu. Bahkan pada Rabu (15/4) kemarin sisa 91 ribu pengguna.

"Artinya tinggal 9 persen dari normalnya penumpang Jakarta," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas