Tips Mengelola Psikologi Diri Agar Tidak Stres Selama di Rumah Saat Pandemi Covid-19
Dr Siste pun membagikan lima tips manajemen psikologis yang bisa dilakukan di rumah agar tidak stres.
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketakutan dan kecemasan yang merupakan tanda-tanda stres mulai menghinggapi masyarakat Indonesia yang hampir dua bulan ini berada di rumah saja akibat pandemi Covid-19.
Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, Dr dr Kristiana Siste Kurniasanti SpKJ menyebutkan sudah mulai banyak pasien yang datang ke rumah sakit mengeluh sakit tapi diperiksa tidak ada penyakit.
Setelah dipelajari lebih dalam ternyata rasa sakitnya tersebut timbul akibat efek stres.
Baca: Dubes Umar Hadi Sampaikan Keprihatinan dan Keseriusan Bantu Permasalahan ABK WNI Kapal Long Xin
Sehingga bisa dikelola dengan manajemen mengelola stres.
"Ada orang datang tiap hari ke tempat praktek ngeluh dokter saya rasanya pegal-pegal padahal tidak ada apa-apa pas dicek," ungkap dr Siste di Webinar Kerusakan Otak Bisa Oleh Corona, Kamis (7/5/2020).
Dr Siste pun membagikan lima tips manajemen psikologis yang bisa dilakukan di rumah.
Pertama, bersikap tenang dan tidak panik.
Baca: Singgung Kerjaan dan Urusan Rumah Tangga, Dian Sastro: Keseimbangan Adalah Mitos
Agar tenang dan tidak panik bisa dengan menghubungi teman maupun pihak keluarga agar kepanikan bisa mereda karena hati telah plong setelah berbagi cerita dengan orang lain.
"Coha hubungi orang yang kita percaya untuk menceritakan kepanikan," kata dr Siste.
Baca: Berapa Jumlah dari Perkalian Semua Faktor 12 dan 15, Jawaban Soal SD kelas 4-6 TVRI Jumat 8 mei 2020
Kedua, seleksi informasi dari sumber terpercaya dan tidak perlu melihat berita yang menakutkan atau informasi negatif karena akan membuat ketakutan dan kecemasan.
"Berita yang menakutkan dan informasi negatif karena itu akan menimbulkan emosi negatif juga," ucap dr Siste.
Ketiga, tetap beraktivitas agar pikiran lebih terarah kepada pekerjaan dan tidak memikirikan hal negatif.
Keempat, jangan menyembunyikan perasaan kalau sedang tidak baik-baik saja.
Kelima, jika benar-benar perasaan tidak tenang dan butuh bantuan segera menghubungi psikolog atau tenaga kesehataan spesialis kejiwaan.
"Tidak perlu menyembunyikan perasaan tidak nyaman, kita tidak selalu merasa aku baik-baik saja, kalau lagi gak baik-baik saja ya tidak apa, kalau butuh bantuan medis tidak apa," kata dr Siste.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.