Penjelasan Pemerintah Soal Melandainya Kurva Penyebaran Virus Corona: Harus Dilihat secara Mingguan
"Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan kurva melandai ini adalah suatu tren yang harusnya kita lihatnya tidak boleh hanya harian, tetapi mingguan."
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah menjelaskan mengenai maksud pernyataan kurva penyebaran virus corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia, meski angka kasus positif terus meningkat.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Wiku Adisasmito mengatakan, kurva dikatakan melanda apabila kasusnya menurun secara berkala.
Baca: Peta Sebaran Kasus Positif Virus Corona di Indonesia
"Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan kurva melandai ini adalah suatu tren yang harusnya kita lihatnya tidak boleh hanya harian, tetapi mingguan. Apabila tren mingguannya makin lama makin menurun, tidak harus banyak tetapi menurun terus, itulah yang disebut sebagai melandai," kata Wiku melalui video konferensi, Senin (11/5/2020).
Misalnya seperti yang terjadi di DKI Jakarta.
Menurutnya, kasus di DKI sempat tinggi pada April dan kemudian menurun.
Jumlah kasus positif meningkat lagi, namun dikarenakan pemeriksaan atau tes yang jumlahnya besar.
"Makanya melihat tren tak bisa harian namun beberapa minggu. Lalu Jabar, sempat menurun bagus, namun naik lagi sepekan lalu. Ini harusnya menjadi alat navigasi. Satu data penting sekali untuk tunjukkan tren. Dan kalau beberapa aktivitas ekonomi dibuka, dasarnya harus melihat per daerah bukan hanya nasional. Itu konteksnya dari kurva melandai," katanya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kasus positif virus corona di Indonesia cenderung menurun meski tidak terlalu drastis.
Ditambah lagi tingkat kesembuhan yang meningkat.
"Ini perlu kita syukuri dan berkat kerjasama semua pihak dan kedisiplinan seluruh warga Indonesia dalam patuhi seruan pemerintah dalam laksanakan protokol kesehatan," ujar Muhadjir dalam video conference, Jumat, (8/5/2020).
Selain itu menurut Muhadjir prediksi kenaikan ekstrim kasus di Indonesia tidak terjadi. Angka kenaikan kasus Covid-19 masih relatif rendah.
"Angka kasus kita rata-rata masih relatif rendah, kasus perhari masih di bawah 500, puncaknya. Kesembuhan sudah mendekati 300 per hari, dan angka kematian landai tidak ada penambahan drastis," tuturnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.