Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Nasaruddin Umar: Mari Bersahabat dengan Musibah, Jangan Meratapi

Menurutnya, virus Covid-19 sama dengan makhluk lainnya, sama-sama diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu.

Nasaruddin Umar: Mari Bersahabat dengan Musibah, Jangan Meratapi
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Umat muslim bersalaman tanpa bersentuhan di saat pandemi Covid-19 pada H+1 Lebaran di kawasan Kabupaten Bandung, Senin (25/5/2020). Langkah yang dilakukan tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar meminta masyarakat untuk tak meratapi musibah pandemi Covid-19 yang sudah tiga bulan melanda Indonesia.

Bahkan setelah ramadan dan hari raya idul fitri, pandemi Covid-19 belum juga hilang.

"Jadi di balik setiap musibah itu pasti ada hikmahnya. Oleh karena itu, kita jangan meratapi musibah, mari kita bersahabat dengan musibah," ujarnya dalam siaran BNPB, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, virus Covid-19 sama dengan makhluk lainnya, sama-sama diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu.

"Mengajak kita untuk menjadi benar, menjadi khalifah di muka bumi ini. Jangan over maskulin yang melampaui batas. Mungkin juga berfungsi untuk mengangkat kita ke atas rel yang benar, selama ini mungkin kita melenceng dari rel yang benar," lanjutnya.

Baca: Jokowi Minta Provinsi Jawa Timur Diberikan Dukungan Penuh, Terutama Terkait Kesiapan RS Rujukan

Maka itu, karena masih adanya Covid-19 ini dan kehidupan normal baru segera dilaksanakan, masyarakat menurut Nasaruddin harus tetap menjaga tradisi baru yang telah dijalani selama ini.

Apalagi, sekolah-sekolah, kampus-kampus, perkantoran bakal kembali dibuka untuk memulai lagi aktivitas normal yang baru.

"Tapi saya ingin mengingatkan bahwa kondisi kita sekarang ini, masih belum seperti apa yang kita harapkan. Dengan demikian, sekali pun kita memulai sebuah kegiatan baru tetapi ada sesuatu yang tidak berubah," katanya.

"Tradisi yang selama ini kita praktikkan, kita gunakaan, misalnya menggunakan masker ke mana pun kita berada, jangan malu atau gengsi atau ada persoalan dan jangan jijk, dan jangan menganggap ada orang aneh kalau tidak mau melepaskan masker. Justru kita harus menganggap orang aneh jika tidak menggunakan masker," pungkas Nasaruddin.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas