Presiden Perintahkan Menkes dan Ketua Gugus Tugas Bantu Jawa Timur Tangani Covid-19
Selain Jatim, Presiden meminta daerah di luar Jawa yang memiliki kenaikan kasus Corona juga diperhatikan. Mulai dari wilayah barat hingga ke timur.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi ) meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo membantu pemerintah provinsi yang memiliki kasus Covid-19 yang tinggi, salah satunya Jawa Timur.
"Di Jawa terutama agar dibantu memberikan dukungan penuh provinsi Jawa Timur, terutama tentang kesiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit daruratnya. Pak kementerian kesehatan dan gugus tugas, saya minta untuk Jatim jadi perhatian," kata Presiden dalam rapat terbatas percepatan penanganan Pandemi Covid-19, Rabu, (27/5/2012).
Selain membantu menyiapkan rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat, Presiden meminta Terawan dan Doni membantu menyusun langkah-langkah pengendalian penyebaran Covid-19.
-
Baca: Tak Punya SIKM, 1.411 Kendaraan Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek
-
Baca: Antisipasi Arus Balik, Polisi Jaga Ketat 116 Penyekatan di Jatim-Lampung
Mulai dari pengujian sampel hingga pelacakan mereka yang terpapar virus Corona di Jatim.
"Pelacakan yang terpapar di Jatim, betul betul dilakukan langkah langkah pengendalian," katanya.
Selain Jatim, Presiden meminta daerah di luar Jawa yang memiliki kenaikan kasus Corona juga diperhatikan.
Mulai dari wilayah barat hingga ke timur.
"Termasuk provinsi lain di luar Jawa yang penambahannya cukup tinggi, di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, di Sumatera Selatan, Papua, dan di NTB," pungkasnya.
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu wilayah di luar Jakarta yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 cukup tinggi.
Terutama di tiga wilayah yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Lonjakan kasus yang terjadi selama sepekan terkahir membuat penerapan PSBB di perpanjang hingga 9 Juni 2020.
Berdasarkan data 26 Mei 2020, kasus positif di Jatim mencapai 3943 kasus, 506 pasien sembuh, 301 orang meninggal.