Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Inilah Sejumlah Strategi Protokol Kesehatan yang Disiapkan MRT Jakarta

Sektor transportasi DKI Jakarta turut menyiapkan strategi protokol kesehatan menyambut era kebiasaan baru atau new normal.

Inilah Sejumlah Strategi Protokol Kesehatan yang Disiapkan MRT Jakarta
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
NEW NORMAL - Pasukan gabungan TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Pusat, Selasa,(26/9/2020). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut sebanyak 340.000 personel TNI-Polri akan dikerahkan untuk persiapan tatanan kehidupan baru atau new normal selama pandemi Covid-19. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor transportasi DKI Jakarta turut menyiapkan strategi protokol kesehatan menyambut era kebiasaan baru atau new normal.

Salah satunya dilakukan PT MRT Jakarta.

Moda transportasi baru ibu kota ini mendorong strategi pencegahan penumpukan penumpang baik di stasiun maupun di dalam kereta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan pihaknya mendorong adanya pembagian waktu kerja yang fleksibel bagi pegawai perusahaan jika new normal diberlakukan.

Pembagian itu diharapkan menghindarkan penumpang membentuk kerumunan ketika jam sibuk transportasi seperti pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB.

"Kami kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk yang biasanya terjadi pukul 07.00-09.00 atau 17.00-19.00," ungkap William dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2020).

MRT juga mengenalkan kampanye #JAKARTABANGKIT dengan mendorong penerapan budaya bersih, aman, nyaman, kolaborasi, dan tata kelola yang baik.

Baca: Perjalanan Dibatalkan, Wanita Ini Ciptakan Liburan Virtual untuk Suaminya

Budaya bersih dimaksudkan pihak MRT menjaga kebersihan kereta dengan membersihkannya tiga kali sehari, menyediakan penyanitasi tangan di setiap stasiun.

Sementara aman, bermakna calon penumpang harus lebih dulu melakukan pemeriksaan temperatur tubuh sebelum masuk stasiun, hingga edukasi.

Sedangkan nyaman, yakni menerapkan pembatasan sosial atau jaga jarak di lingkungan stasiun maupun dalam kereta. MRT berupaya agar pengguna nyaman dan tidak merasa akan terpapar Covid-19 ketika menggunakan jasa.

Baca: Presiden Tinjau Kesiapan Penerapan Protokol New Normal di Stasiun MRT

Pembatasan sosial tersebut meliputi setiap kereta maksimal hanya diisi oleh 60 orang.

Disiapkan penanda di stasiun dan dalam kereta untuk memandu penumpang menjaga jarak dengan yang lain.

"Protokol-protokol itu akan kita terapkan," ucap dia.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas