Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Pakai Kajian Berlapis Sebelum Buka Rumah Ibadah

Seusai merujuk aturan tersebut, Pemprov perlu membuat rincian soal syarat untuk setiap rumah ibadah yang direncanakan kembali dibuka.

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Pakai Kajian Berlapis Sebelum Buka Rumah Ibadah
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Pemprov DKI mulai mengkaji pembukaan aktivitas peribadatan warga di rumah ibadah. Pembukaan itu bisa diterapkan dengan mengacu pada ketentuan ketat protokol kesehatan pemerintah.

"Karena memang sudah saatnya warga ini tidak takut dan jangan ditakut-takuti. Karena itu saya meminta pemerintah mengkaji aturan untuk warga beraktivitas termasuk kembali beribadah ke rumah ibadah," kata Prasetio kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Pemprov DKI dapat merujuk Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Baca: Kabupaten Tangerang Hingga Tangsel Perpanjang PSBB Hingga 14 Juni, Rumah Ibadah Diberi Kelonggaran

Baca: Ventilator Buatan UI Disumbangkan ke Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Seusai merujuk aturan tersebut, Pemprov perlu membuat rincian soal syarat untuk setiap rumah ibadah yang direncanakan kembali dibuka.

Rumah ibadah yang telah memenuhi syarat harus dilakukan verifikasi berjenjang ke Ketua Gugus Tugas tingkat kecamatan, kabupaten/kota terhadap rumah ibadah tersebut apakah sesuai dan layak dibuka atau tidak.

"Dari syarat itu harus diverifikasi kembali secara berjenjang kepada ketua gugus tugas kecamatan, kabupaten, kota, bahkan sampai ke tingkat provinsi untuk lalu disetujui," jelas politikus PDIP itu.

Kemudian, perangkat dan aparat daerah mulai dari RT, RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Babinsa hingga Babinkamtibmas bisa memulai menyosialisasikan rencana pembukaan rumah ibadah tersebut kepada masyarakat.

Penyuluhan harus mengutamakan soal pesan penerapan protokol kesehatan ketika menjalani aktivitas ibadah.

"Karena memang pemahaman warga mengenai protokol yang sesuai standar ini perlu dibangkitkan. Warga perlu pendampingan karena itu semua di sini saya meminta untuk aparatur pemerintah daerah turun ke lapangan," pungkas dia.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas