Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menteri Agama Minta Masyarakat Berikhtiar, Berdoa, Bersabar dan Tawakal Hadapi Pandemi Covid-19

Fachrul turut meminta semua pihak untuk terus memanjatkan doa supaya Tuhan berkenan mencabut kembali musibah dan wabah yang muncul pertama kali di

Menteri Agama Minta Masyarakat Berikhtiar, Berdoa, Bersabar dan Tawakal Hadapi Pandemi Covid-19
Muhammad Rizki Hidayat/Tribun Jakarta
Menteri Agama Fachrul Razi (tengah), saat diwawancarai awak media, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat pagi (13/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat menerapkan sejumlah hal dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Tiga hal itu adalah berikhtiar, berdoa, serta bersabar dan tawakal.

Hal ini diungkapkannya dalam webinar 'Memperkuat Kerukunan dan Solidaritas di Tengah Covid-19', Senin (15/6/2020).

Fachrul menilai pandemi ini dapat dilihat sebagai cobaan, ujian ataupun azab. Namun dia menilai masyarakat perlu mencoba menerima hal tersebut dengan berikhtiar.

"Ini bisa dilihat sebagai cobaan, bisa sebagai ujian, bisa sebagai hukuman atau azab, tapi yang paling utama buat kita adalah mencoba menerimanya dengan melakukan ikhitar maksimal bagaimana mengatasinya," ujar Fachrul, Senin (15/6/2020).

Baca: Mal di Jakarta Mulai Buka, PAN Minta Perketat Protokol Kesehatan

Fachrul turut meminta semua pihak untuk terus memanjatkan doa supaya Tuhan berkenan mencabut kembali musibah dan wabah yang muncul pertama kali di Wuhan, China tersebut.

Mantan Wakil Panglima TNI tersebut mengatakan perlunya juga untuk bersabar dan tawakal. Kedua kata itu dinilainya sebagai rangkaian kata yang tepat menghadapi pandemi.

"Bersabar artinya kita menerima segalanya dengan akal yang sehat, tawakal artinya kita berserah diri kepada Tuhan," kata dia.

Dia mencontohkan dengan sebuah kisah seseorang di masa lampau yang sangat terkenal berbicara perihal tawakal. Dimana ketika itu hamba-hamba orang tersebut tengah menjaga 400 kerbaunya.

Namun kemudian kerbau-kerbau tersebut dirampas oleh pasukan Romawi. Ketika hambanya melaporkan kejadian tersebut, jawaban orang itu sungguh mengagetkan.

"Dia menjawab kalau begitu anda semua tidak perlu bekerja lagi, anda sudah terbebas dan merdeka. Sekarang anda bisa pulang. Itu menunjukkan sikap yang tawakal, berserah diri kepada Tuhan. Tapi kembali saya tekankan itu semua harus diiringi dengan ikhtiar dan doa," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas