Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia: Jumlah Kasus Per Provinsi, Jawa Timur Masih Tertinggi

Berikut update corona untuk tanggal 29 Juni 2020. Provinsi Jawa Timur masih tertinggi dengan 11.508 kasus Covid-19 yang sudah terkonfirmasi.

Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia: Jumlah Kasus Per Provinsi, Jawa Timur Masih Tertinggi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia 

PAPUA BARAT
Jumlah Kasus : 236 (0.4%)

RIAU
Jumlah Kasus : 224 (0.4%)

KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus : 201 (0.4%)

LAMPUNG
Jumlah Kasus : 188 (0.3%)

SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus : 186 (0.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELIT

BENGKULU
Jumlah Kasus : 125 (0.2%)

JAMBI
Jumlah Kasus : 117 (0.2%)

SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus : 114 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus : 113 (0.2%)

ACEH
Jumlah Kasus : 79 (0.1%)

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto (BNPB)

Baca: Update Corona Global 29 Juni 2020 Pagi: Infeksi Capai 10,2 Juta, 5,5 Juta Pasien Dinyatakan Sembuh

Patuhi Protokol Kesehatan di Manapun

Sebelumnya, Yuri mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di manapun ia berada.

Menurut Yuri, selama vaksin belum ditemukan, hanya itulah yang dapat dilakukan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Ia pun berhadap kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan bisa menjadi kesadaran yang dilakukan secara kolektif oleh masyarakat dengan berbasis keluarga.

Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (4/6/2020).

"Mematuhi protokol kesehatan tidak harus menunggu wilayah domisili kita menjadi zona kuning, tidak harus menunggu wilayah zona kita menjadi oranye, dan tidak perlu menunggu wilayah kita menjadi zona merah."

"Sejak sekarang, di manapun kita berada, apapun zonasi warna wilayah tinggal kita, patuhi protokol kesehatan," kata Yuri, Kamis sore.

"Hanya ini yang bisa kita lakukan kalau ingin selamat dari tertular Covid-19. Kami berharap kesadaran ini menjadi kesadaran kolektif yang tentunya harus berbasis pada keluarga," sambungnya.

Yuri pun kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mengenakan masker saat keluar rumah sebagai bentuk kesadarannya.

Begitu pula dengan kepatuhan menjaga jarak hingga mencuci tangan, Yuri berharap masyarakat menerapkannya bukan sekadar karena diperintah atau diawasi.

"Jadi, gunakan masker bukan karena diperintah, mencuci tangan bukan karena diawasi, menjaga jarak bukan karena memang diperintah."

"Jadikan ini sebuah kesadaran kita tanpa diperintah, tanpa diawasi, karena ini kebutuhan bagi kita untuk tetap sehat."

"Kalau kita sehat, keluarga kita juga sehat," kata Yuri.

Yuri juga menyampaikan, sampai saat ini vaksin Covid-19 memang belum ditemukan.

Menurut Yuri, seluruh bangsa di dunia pun kini mengubah perilaku agar aman dari Covid-19.

"Kita bersama seluruh bangsa di dunia melakukan hal yang sama yaitu bagaimana kemudian harus mengubah perilaku kita agar aman dari tertular Covid-19," ujarnya.

(Tribunnews.com/Mohay/Widyadewi Metta)

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas