Update Klaster Secapa TNI AD, 17 Orang Terkonfirmasi Covid-19 yang Dirawat dalam Kondisi Baik
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto memberikan informasi terbaru terkiat klaster Covid-19 Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Daryono
TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto memberikan informasi terbaru terkiat klaster Covid-19 Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat, Bandung.
Yurianto menjelaskan saat ini ada 17 orang yang terdiri dari peserta didik dan pelatih yang sebelumnya terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 saat ini dalam kondisi baik.
Mereka diketahui mendapat perawatan di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Adapun berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 17 orang tersebut sudah tidak mengalami demam dan batuk sudah mulai mereda.
"17 yang dirawat di Rumah Sakit Dustira, saat ini kondisi yang dirawat sudah membaik," kata Yurianto dikutip dari covid19.go.id, Sabtu (11/7/2020).
Baca: Menko Luhut: Pandemi Covid-19 Bukan Halangan Pengembangan Wisata Super Prioritas Danau Toba
Yurianto memastikan klaster penularan Covid-19 baru di Secapa TNI AD ditangani secara profesional.
Dirinya menjelaskan, pemerintah telah melakukan karantina karantina wilayah dan isolasi para peserta didik dan tenaga pelatih yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Sedangkan, pelaksanaannya diawasi secara ketat dengan pantauan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan khususnya dari unsur kesehatan Kodam 3 Siliwangi setiap hari.
Kodam 3 Siliwangi juga memastikan tidak akan terjadi penularan hingga keluar komplek dan diharapkan masyarakat sekitar tidak perlu khawatir, khususnya bagi keluarga dari para peserta karantina.
Baca: Update Corona: Reaksi Jokowi Setelah Lonjakan 2.657 Kasus hingga Secapa TNI AD Jadi Klaster Baru
Baca: POPULER Internasional: Presiden Brasil Positif Corona hingga Seo Ye Ji Ungkap Trauma Masa Lalu
"Kami memastikan, bahwa, tidak akan terjadi penularan keluar komplek, karena kita menjaga dengan ketat, agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahan, bisa dijalankan secara maksimal."
"Kami mohon masyarakat untuk tenang, tidak perlu panik. Karena ini sudah ditangani secara professional, sesuai dengan standard Internasional."
"Kita melakukan karantina wilayah, dan kemudian kita menjamin sepenuhnya bahwa evaluasi terhadap peserta karantina, dijalankan dengan maksimal," katanya.
Di sisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI ini meminta agar keluarga para peserta didik dapat memahami dan memaklumi kondisi yang sedang terjadi.
Meskipun dalam proses karantina dan isolasi, para pihak keluarga masih dapat melakukan komunikasi menggunakan gawai maupun perangkat komunikasi elektronik lainnya.