Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Terungkap Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19 karena Virus yang Cacat Partikelnya

Manusia yang terinfeksi Covid-19 tapi tidak sakit bukan karena dirinya lebih kuat dari manusia lainnya, tapi virus corona yang menginfeksinya cacat.

Terungkap Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19 karena Virus yang Cacat Partikelnya
Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM - Mengapa ada manusia yang terinfeksi Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, ataupun bersin?

Manusia yang terinfeksi Covid-19 tapi tidak sakit bukan karena dirinya lebih kuat dari manusia lainnya, tapi virus corona yang menginfeksinya cacat.

Untuk diketahui, virus corona kemungkinan menghasilkan partikel "dummy" yang cacat, dan dapat menyebabkan beberapa manusia yang terinfeksi tidak sakit.

Baik itu demam, batuk, bersin, ataupun yang lainnya.

Mereka ini biasa kita enal dengan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) positif terhadap patogen.
Menurut ilmuwan China, seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (13/7/2020), sekitar 20 persen dari pasien yang terinfeksi virus corona tidak menunjukkan gejala sakit.

Bahkan, beberapa peneliti khawatir bahwa 'silent spreaders' atau penyebar diam ini dapat menabur benih Covid-19 di seluruh dunia.

Dalam satu kasus, seorang pasien di kota Chongqing, China barat daya, dinyatakan positif selama dirawat di rumah sakit selama 45 hari tanpa ada gejala penyakit ini.

Penjelasan Lengkap tentang Virus Corona Menyebar di Udara, Perbedaan Istilah dan Pendapat Para Ahli
Penjelasan Lengkap tentang Virus Corona Menyebar di Udara, Perbedaan Istilah dan Pendapat Para Ahli (Freepik)

Partikel virus tidak beraturan

Dalam makalah non-peer-review yang diunggah di situs jurnal pracetak bioRxiv.org pada 9 Juli lalu, para peneliti yang dipimpin Profesor Li Lanjuan dari State Key Laboratory for Diagnosis and Treatment of Infectious Diseases di Zhejiang University, menemukan sel yang terinfeksi virus melepaskan sejumlah besar partikel yang tidak diketahui.

Partikel-partikel tersebut memiliki gen virus corona baru, SARS-CoV-2, namun tidak lengkap dan tidak terbungkus dalam membran pelindung.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas