Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Terungkap Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19 karena Virus yang Cacat Partikelnya

Manusia yang terinfeksi Covid-19 tapi tidak sakit bukan karena dirinya lebih kuat dari manusia lainnya, tapi virus corona yang menginfeksinya cacat.

Terungkap Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19 karena Virus yang Cacat Partikelnya
Freepik
ilustrasi virus corona 

Beberapa di antaranya terlihat lebih kecil dari virus normal dan banyak bentuknya tidak beraturan.

Temuan ini pertama kalinya bagi para ilmuwan, melihat partikel sedemikian dekat dengan sel yang terinfeksi virus corona, dan tidak jelas partikel apa itu.

Li menduga partikel tersebut adalah DIP, atau partikel-partikel pengganggu yang rusak. DIP adalah salinan yang tidak akurat yang dibuat virus saat bereplikasi.

Virus corona menyimpan gennya dalam asam ribonukleat beruntai tunggal yang relatif longgar, yang rentan terhadap kesalahan replikasi, seperti hilangnya gen terkait protein.

Wali Kota Semarang menginformasikan peningkatan pergerakan masyarakat, dari DKI Jakarta menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat, Minggu (4/5/2020). Meskipun ada pengecekan suhu tubuh pada beberapa posko kesehatan di sepanjang jalur yang dilewati, Wali Kota mengingatkan COVID-19 dapat dibawa seseorang tanpa gejala.
Wali Kota Semarang menginformasikan peningkatan pergerakan masyarakat, dari DKI Jakarta menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat, Minggu (4/5/2020). Meskipun ada pengecekan suhu tubuh pada beberapa posko kesehatan di sepanjang jalur yang dilewati, Wali Kota mengingatkan COVID-19 dapat dibawa seseorang tanpa gejala. (Pemkot Semarang)

OTG sebabkan kasus Covid-19 tinggi

Li dan timnya di Universitas Tsinghua, Beijing menyebut ada penghapusan kecil dalam genom dan sejumlah besar partikel.

Partikel-partikel ini dapat menjelaskan infeksi tanpa gejala pada tingkat molekuler.

Beberapa peneliti juga berpendapat, pembawa virus tanpa gejala dapat menjadi penyebab awal peningkatkan kasus Covid-19 di beberapa negara, tetapi sejauh ini belum ada bukti reproduksi virus dari kasus tersebut.

Kendati demikian, kekhawatiran semacam itu akhirnya mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menarik pernyataan pada April lalu, terkait pasien tanpa gejala tidak mungkin menyebarkan virus.

Li dan timnya, dalam suatu pernyataan mengungkapkan sejumlah kecil virus penuh terdeteksi dengan partikel cacat atau rusak tersebut.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas