Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Langgar Sejumlah Aturan PSBB Transisi, Restoran di Hotel Shangri-La Jakarta Terancam Segel

Selain menggelar live music, pengelola kedapatan juga memajang minum-minuman beralkohol di bagian bar.

Langgar Sejumlah Aturan PSBB Transisi, Restoran di Hotel Shangri-La Jakarta Terancam Segel
Istimewa/dok Dinas Parekraf DKI Jakarta
Hotel Shangri-La Jakarta membuka bar dan pertunjukan musik saat diberlakukan PSBB transisi, Sabtu (8/8/2020). Dinas Parekraf DKI Jakarta merekomendasikan petugas Satpol PP DKI Jakarta untuk mengenakan sanksi terhadap hotel ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tempat pertunjukan musik atau live music di Hotel Shangri-La Jakarta terancam disegel.

Pasalnya pihak manajemen mengoperasikan fasilitas itu di masa PSBB transisi.

Pembukaan fasilitas sejenis diketahui belum diizinkan Pemprov DKI.

Selain menggelar live music, pengelola kedapatan juga memajang minum-minuman beralkohol di bagian bar.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi menuturkan pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi penyegelan dan denda kepada Satpol PP DKI.

Baca: Ada Live Music, Hotel Shangri-La Dianggap Melanggar PSBB Transisi

Pengelola Hotel Shangri-La Jakarta juga mendapat surat peringatan pertama (SP-1) dari Dinas Parekraf DKI.

Hal itu sebagaimana termuat dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020.

"Pelanggaran PSBB-nya ada, seperti live music dan di sana ada display (minuman beralkohol) berarti ada jualan," kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020).

Ia menjelaskan temuan pelanggaran ini diketahui usai Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Parekraf DKI melakukan sidak ke lokasi tersebut pada Sabtu (8/8/2020) pukul 22.00 WIB.

"Kami sudah memberikan surat kepada Satpol PP, nanti masalah denda kami serahkan kepada mereka karena itu kewenangannya. Termasuk mengenai besaran dendanya. Karena dinas kami sifatnya hanya memberikan rekomendasi,” jelas dia.

Selain dua pelanggaran tadi, petugas sidak juga tidak menemukan tanda batas physical distancing di restoran yang dikelola.

Padahal tanda batas tersebut dimaksudkan supaya terjadi penjagaan jarak antar pengunjung restoran.

Tapi meski tak ditemui tanda batas jaga jarak, protokol pencegahan Covid-19 seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, face shield, hand sanitizer hingga sistem barcode untuk pendataan pengunjung sudah tersedia.

"Jadi untuk kontrol manajemen juga belum maksimal mengatur jaga jarak pengunjung," imbuh Bambang.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas