Tribun

Virus Corona

Wakapolri Instruksikan Setiap Personel Bawa Masker Cadangan untuk Dibagikan Kepada Masyarakat

Dalam satu Minggu ke depan akan dilakukan launching Operasi Yustisi dengan sasaran masker, sifatnya operasi simpatik.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Wakapolri Instruksikan Setiap Personel Bawa Masker Cadangan untuk Dibagikan Kepada Masyarakat
Tribunnews/JEPRIMA
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana,?Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya?Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers terkait diaktifkannya kembali Satgas Anti Mafia Bola Tahap III di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). Satgas Anti Mafia Bola Tahap III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 Indonesia serta menyelesaikan kasus mafia bola pada tahap I dan tahap II. Selain itu, agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Gatot Eddy Pramono meminta seluruh jajaran polri yang bertugas di lapangan untuk membawa masker cadangan.

Masker itu nantinya diberikan kepada masyarakat yang tidak membawa masker.

"Kepada anggota Polri selain wajib memakai masker juga harus membawa cadangan masker, apabila melihat orang yang tidak menggunakan masker agar segera diberikan. Hal ini sebagai salah satu sosialisasi budaya menggunakan masker di masa new normal," kata Gatot di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Gatot mengatakan polri bersama TNI dan Satpol PP akan gencar untuk menggelar operasi yustisi pada masa PSBB total pada Senin (14/9/2020) pekan depan. Salah satu yang menjadi fokus operasi ini adalah penggunaan masker.

"Dalam satu Minggu ke depan akan dilakukan launching Operasi Yustisi dengan sasaran masker, sifatnya operasi simpatik. Ketika ada yang tidak memakai masker akan dilakukan peneguran. Tim terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan," jelasnya.

Baca: Awal Mula Covid-19, Achmad Yurianto Sebut WHO Telah Peringatkan Dunia Tentang Koronavirus Jenis Baru

Lebih lanjut, ia memastikan operasi tersebut bukan operasi represif. Namun pendisiplinan kepada masyarakat agar penggunaan masker dan protokol Covid-19 dapat dilakukan dengan baik dengan tujuan dapat mengurangi penularan wabah Covid-19.

"Polri juga sudah memerintahkan seluruh Kapolda untuk berkoordinasi dengan stakeholders terkait dalam melakukan operasi yustisi dan penegakan hukum secara persuasif dan humanis dengan sasaran penggunaan masker," pungkasnya.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas