Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waspadai Happy Hypoxia, Fenomena Akibat Covid-19 yang Merusak Saraf Otak

Fenomena yang dinamai Happy Hypoxia ini terjadi saat tubuh kekurangan oksigen dan otak tidak merespons.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Waspadai Happy Hypoxia, Fenomena Akibat Covid-19 yang Merusak Saraf Otak
TRIBUN/Reza Arief Darmawan
Infografis Mengenal Gejala Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19, Kamis (20/8/2020). TRIBUNNEWS/Reza Arief Darmawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter spesialis paru, dr. Erlina Burhan meminta masyarakat agar mewaspadai fenomena yang terjadi akibat Covid-19.

Fenomena yang dinamai Happy Hypoxia ini terjadi saat tubuh kekurangan oksigen dan otak tidak merespons.

"Ini (Happy Hypoxia) tidak terdapat pada OTG (orang tanpa gejala), tapi pada orang bergejala,” kata Erlina dalam dialog publik di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Happy hypoxia, dikatakan Erlina, tidak menyebabkan seseorang sesak napas. Itu karena ada kerusakan saraf yang mengantar sensor sesak ke otak sehingga otak tidak merespons.

"Gejalanya harus diwaspadai. Kalau happy hypoxia terjadi cukup lama, kesadaran pasien menurun dan fatal akibatnya,” ujarnya.

Baca: Dokter Paru : Happy Hypoxia Hanya Terjadi pada Orang Bergejala Covid-19

Adapun Erlina mengatakan gejala happy hypoxia di antaranya adalah batuk terus-menerus dan kondisi tubuh melemah.

“Kalau warna bibir atau ujung jari membiru artinya saturasi oksigen menurun. Jika sudah ada tanda-tanda seperti itu sebaiknya segera ke rumah sakit. Sebab, satu-satunya pengobatan happy hypoxia ya memasukkan oksigen ke dalam tubuh," ujar Erlina.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jangan tunggu sesak, karena happy hypoxia tidak ada sesak," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas