Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Satgas Covid-19 Sebut Rapid Test Antigen Seperti Rekomendasi WHO Bisa Digunakan di Indonesia

Satgas Penanganan Covid-19 menilai Indonesia dimungkinkan bisa menggunakan rapid test antigen sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Satgas Covid-19 Sebut Rapid Test Antigen Seperti Rekomendasi WHO Bisa Digunakan di Indonesia
https://covid19.go.id/
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Satgas Penanganan Covid-19 menilai Indonesia dimungkinkan bisa menggunakan rapid test antigen sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Rapid tes ini bisa mengeluarkan hasil test Covid-19 dalam beberapa menit.

"Tentunya alat ini bisa digunakan di Indonesia sesuai yang direkomendasikan WHO dan bisa menggantikan rapid test antibody, dan fungsi screening yang dilakukan rapid test tersebut menjadi lebih efektif dan tidak menjadi beban untuk RT PCR sebagai standar penegakan diagnosa," ungkapnya dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9/2020).

Petugas medis mengambil sampel darah warga yang mengikuti rapid test Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Pemerintah Kota Bekasi menggelar rapid test Covid-19 secara gratis bagi warganya guna melacak kasus Covid-19 di Bekasi. Setiap harinya kegiatan tersebut mampu melayani 150 warga yang ingin melakukan rapid test. Tribunnews/Jeprima
Petugas medis mengambil sampel darah warga yang mengikuti rapid test Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Pemerintah Kota Bekasi menggelar rapid test Covid-19 secara gratis bagi warganya guna melacak kasus Covid-19 di Bekasi. Setiap harinya kegiatan tersebut mampu melayani 150 warga yang ingin melakukan rapid test. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Selain itu Satgas Penanganan Covid-19 tengah mengkaji sasaran prioritas vaksin yang disesuaikan dengan kelompok risiko penularan virus Covid-19.

Termasuk elemen-elemen yang diperlukan dalam vaksinasi itu mulai dari supply, pembiayaan, serta mekanisme infrastruktur yang perlu disiapkan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 ini meminta masyarakat bersabar menunggu pemerintah mematangkan rencana vaksinasi untuk masyarakat.

Ia memastikan pemerintah akan menyampaikan kepada masyarakat sebelum pelaksanaannya.

"Nanti setelah rencana matang dan jelas, akan kami sampaikan kepada masyarakat rencana vaksinasi itu lebih detail. Dan tentunya itu disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia," jelas Wiku masih menjawab pertanyaan media.

Wiku juga menyayangkan adanya persepsi di masyarakat yang menyatakan kebal terhadap Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas