Tribun

Virus Corona

Seorang Sukarelawan Uji Klinis Vaksin AstraZeneca di Brasil Meninggal

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengkoordinasikan uji klinis fase 3 di Brasil, mengatakan sebuah

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Seorang Sukarelawan Uji Klinis Vaksin AstraZeneca di Brasil Meninggal
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, SAO PAULO -- Otoritas kesehatan Brasil Anvisa melaporkan seorang sukarelawan dalam uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford telah meninggal dunia. Meskipun demikian uji klinis masih akan terus berlanjut.

Oxford pun menegaskan rencana untuk tetap melakukan uji klinis. Karena setelah penyelidikan yang cermat "belum ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis yang sedang berlangsung."

AstraZeneca menolak untuk menanggapi hal ini.

Seorang sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters, uji klinis itu akan ditangguhkan jika sukarelawan yang meninggal telah menerima vaksin Covid-19, dan orang itu adalah bagian dari kelompok yang diawasi setelah diberi suntikan vaksin meningitis.

Baca juga: Dukung Vaksin Covid-19, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengkoordinasikan uji klinis fase 3 di Brasil, mengatakan sebuah komite peninjau independen juga telah merekomendasikan agar uji coba ini tetap berlanjut.

Universitas sebelumnya mengkonfirmasi sukarelawan itu adalah warga Brasil tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pribadi tersebut.

"Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan salah satu sukarelawan yang berpartisipasi," kata universitas Brasil itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sembilan Orang Meninggal Setelah Dapat Vaksin Flu di Korea Selatan

Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberi dosis pertama di enam kota di Brasil

“Dan banyak yang sudah menerima dosis kedua,” kata seorang juru bicara universitas.

Pengujian vaksin Oxford akan berlanjut setelah sukarelawan meninggal, otoritas kesehatan Brasil memastikan.

CNN Brasil melaporkan bahwa sukarelawan itu adalah seorang pria berusia 28 tahun yang tinggal di Rio de Janeiro dan meninggal karena komplikasi Covid-19.

Anvisa tidak memberikan rincian lebih lanjut, mengutip kerahasiaan medis dari mereka yang terlibat dalam uji coba.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Segera Diedarkan hingga Disebut Punya Potensi Mengubah DNA Manusia, WHO Buka Suara

Pemerintah federal Brasil memiliki rencana untuk membeli vaksin Inggris dan memproduksinya di pusat penelitian biomedis FioCruz di Rio de Janeiro.

Sementara vaksin saingannya dari China Sinovac Biotech Ltd sedang diuji oleh pusat penelitian negara bagian Sao Paulo, Butantan Institute.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada hari Rabu pemerintah federal tidak akan membeli vaksin Sinovac.

Brasil memiliki tercatat sebagai negara paling banyak kasus kematian kedua di dunia, setelah Amerika Serikat, dengan lebih dari 154.000 orang meninggal akibat Covid-19.

Sementara untuk jumlah kasus, Brasil adalah negara ketiga di dunia, dengan lebih dari 5,2 juta kasus terinfeksi, setelah Amerika Serikat dan India.(Reuters)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas