Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Bio Farma Masih Kaji Kerja Sama dengan AstraZeneca dan Pfizer Terkait Pengadaan Vaksin Covid-19

Perusahaan BUMN bidang farmasi Bio Farma masih mengkaji kerja sama pengadaaan vaksin Covid-19 selain Sinovac yaitu AstraZeneca dan Pfizer.

Bio Farma Masih Kaji Kerja Sama dengan AstraZeneca dan Pfizer Terkait Pengadaan Vaksin Covid-19
DW/BioNTech
Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech mengklaim kandidat vaksin covid 19 yang mereka uji 90 persen efektif bisa melawan virus corona. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan BUMN bidang farmasi Bio Farma masih mengkaji kerja sama pengadaaan vaksin Covid-19 selain Sinovac yaitu AstraZeneca dan Pfizer.

Direktur Operasi Bio Farma Rahman Roestan mengakui kecukupan vaksin Covid-19 memang tidak bisa berasal dari satu sumber.

Namun, untuk melakukan kerja sama pemerintah tentu mengkaji secara seksama, seperti mempertimbangkan kepraktisan distribusi vaksin di lapangan.

"Potensi kerjasama itu kita harus dikaji betul karena memang beberapa parameter harus kita pertimbangkan bukan hanya masalah kecepatan dan kecukupan," ujarnya dalam konferensi pers virtual bersama BPOM, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Berdampak pada Penurunan Indeks Ketahanan Nasional

"Tetapi juga kepraktisan di lapangan dan bisa tidaknya nanti secara teknis didistribusikan ke berbagai provinsi kita kan negara kepulauan dengan kondisi negara tropis tentunya akan ada penyesuaian yang harus kita kaji betul," lanjut Rahmat.

Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan terjalinnya kerja sama tersebut, dengan tetap mengutamakan keamanan, mutu, dan khasiat vaksin.

"Semua potensi dengan partner global, tentu harus kita review secara komprehensif," ujarnya.

Sementara itu Badan Pengawasan Obat Makanan menyatakan, mengikuti apapun keputusan dari pemerintah untuk memilih vaksin mana yang akan masuk ke Indonesia.

Baca juga: 6 FAKTA Rizieq Shihab Masuk Rumah Sakit: Tidak Mengarah ke Covid-19 hingga Kondisi Terkini

"Kami siap mendampingi, melihat aspek mutunya, aspek keamanannya dan aspek khasiatnya," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito dikesempatan yang sama.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas