Tribun

Virus Corona

Mengggigil hingga Nyeri Otot Jadi Gejala Baru Covid-19? Epidemiolog: Semua Virus Seperti Itu

Baru-baru ini studi para ahli di Imperial College London, Inggris menemukan gejala tambahan terkait covid-19 nyeri kepala, menggigil. Benarkah?

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Mengggigil hingga Nyeri Otot Jadi Gejala Baru Covid-19? Epidemiolog: Semua Virus Seperti Itu
eatthis.com
Ilustrasi nyeri otot. Mengggigil hingga Nyeri Otot Jadi Gejala Baru Covid-19? Epidemiolog: Semua Virus Seperti Itu 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini studi para ahli di Imperial College London, Inggris menemukan gejala tambahan terkait infeksi virus corona (Covid-19), yakni nyeri kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan dan nyeri otot.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan hal yang baru.

Karena gejala yang dialami seseorang yang terinfeksi virus itu memang ditandai demam hingga nyeri otot.

Ini berlaku pada penyakit yang menyerupai influenza.

"Sebetulnya bukan hal baru ya, karena semua jenis infeksi virus itu kalau di surveilans itu ada yang namanya influenza like illness ya, yang ditandai ada demam, ada menggigil, nyeri otot, nyeri kepala, itu sama, semua virus seperti itu," ujar Dicky, kepada Tribunnews, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Penyintas Covid-19 Bisa Donorkan Plasma Konvalesen Wajib Swab PCR Negatif, Bebas Gejala Corona

Baca juga: Pernah Menggigil Tanpa Disertai Demam? Ketahui Kemungkinan Penyebabnya

Ia kemudian menjelaskan, gejala yang ditimbulkan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19 ini memang nyaris serupa.

Karena virus ini merupakan keluarga dari Corona Virus.

Namun tingkat gejala yang sering timbul pada tiap negara bisa saja berbeda.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Dan kelompok dari sarscov2 ini masuk dalam keluarga corona virus yang hampir sama gejalanya. Hanya persentasenya atau keseringan yang mendominasinya itu yang mungkin akan diurutkan di tiap negara ya," jelas Dicky.

Kendati demikian, berdasarkan riset, gejala utama yang umumnya dirasakan mereka yang terinfeksi Covid-19 adalah demam hingga merasakan pegal atau nyeri pada tulang sendi.

"Tapi by research, itu sebetulnya gejala utama tetap demam, kemudian diikuti gejala nyeri otot, pegal-pegal," kata Dicky.

Oleh karena itu ia menekankan bahwa gejala Covid-19 ini berbahaya karena menyerupai influenza.

Sehingga sering ini dianggap sebagai gejala yang ringan.

"Makanya ini yang membuat kenapa Covid ini berbahaya, dalam artian orang nggak aware, nggak menyadari, karena kan siapa yang nggak pernah nyeri otot, pegal-pegal, kita kalau mau kena flu ya begitu juga," pungkas Dicky.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas