Tribun

Virus Corona

Vaksin Merah Putih Lebih Murah dari Vaksin Impor, Pembibitannya Sudah Hampir 100 Persen

Diperkirakan harga satuan dosis vaksin tersebut sebesar 5 Dollar AS (USD) atau kurang dari estimasi tersebut.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
Vaksin Merah Putih Lebih Murah dari Vaksin Impor, Pembibitannya Sudah Hampir 100 Persen
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, di Gedung C, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Universitas Airlangga (Unair) dipastikan lebih murah dari vaksin impor.

Diperkirakan harga satuan dosis vaksin tersebut sebesar 5 Dollar AS (USD) atau kurang dari estimasi tersebut.

Informasi ini disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam acara peringatan satu tahun Covid-19 yang digelar Kemenristek/BRIN, Selasa (2/3/2021).

"Kalau range harga saat ini belum bisa diprediksi, tapi yang pasti di bawah (harga vaksin impor), karena sudah mendapatkan anggaran baik saat proses research maupun di uji klinis. Jadi mudah-mudahan ini bisa USD 5, atau lebih kurang dari USD 5," ucap Bambang.

Pengembang Vaksin Merah Putih menargetkan bibit vaksin tersebut dapat diserahkan ke Bio Farma akhir Maret ini.

Proses pembibitan Vaksin Merah Putih di laboratorium, kata Bambang, hampir 100 persen rampung.

"Rencananya bulan ini, bulan Maret, mungkin mendekati akhir, kita akan mulai menyerahkan bibit vaksinnya ke Bio Farma. Jadi tahapan di lab sudah hampir 100 persen, tapi yang di lab ya," ujar Bambang.

Baca juga: Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di Dunia, WHO: Terlalu Dini Hanya Andalkan Vaksin   

Tahapan berikutnya yang tidak kalah menantang yaitu proses manufacturing.

Di mana Bio Farma, sesudah mendapatkan bibit vaksin, akan melakukan proses optimasi dan purifikasi.

"Dan baru kemudian masuk ke tahapan uji klinik 1,2,3 setelah mendapat izin penggunaan darurat, Badan POM, kemudian akan diproduksi massal dan akan dilanjutkan vaksinasi," jelas Bambang.

Otomatis perkiraan harga Vaksin Merah Putih bergantung pada ketentuan Bio Farma. 

Kendati demikian, Bambang memastikan proses riset Vaksin Merah Putih sudah didanai oleh APBN melalui Kemenristek.

Selain itu, uji klinis Vaksin Merah Putih rencananya akan didukung oleh Pemerintah. 

"Sehingga mungkin nanti yang jadi faktor penentu harga adalah biaya produksi yang dilakukan oleh Bio Farma. Sehingga mungkin perkiraan harganya bisa lebih murah daripada vaksin yang didatangkan dari luar," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas