Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Varian Baru Covid-19 Masuk ke Indonesia Lewat Dua TKW Asal Karawang, Satgas Bentuk 2 Tim Khusus

Termasuk jika tidak menerapkan 5M seperti Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak minimal 2 meter, Membatasi mobilitas

Varian Baru Covid-19 Masuk ke Indonesia Lewat Dua TKW Asal Karawang, Satgas Bentuk 2 Tim Khusus
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Tenaga kesehatan saat menunjukkan sampel tes usap antigen COVID-19 di Sekretariat Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), PFI Pusat bekerja sama dengan Pagar Nusa menggelar tes usap antigen COVID-19 gratis bagi pewarta foto dan warga sekitar untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. Tribunnews/Jeprima 

Pemeriksaan sampel tersebut menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS).

"Refleksi itu akan membuat tantangan baru kita, ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik studi studi analitik, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita," pungkasnya.

Sejumlah ahli melaporkan varian baru ini memiliki kecepatan penularan yang lebih cepat dari jenis aslinya. Virus strain baru ini pertama kali dilaporkan di Inggris pada akhir tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, strain baru virus corona itu 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban mengungkapkan penamaan B117 atau VUI 202012/01 merujuk pada waktu ditemukan virus strain baru ini.

"VUI singkatan dari Variant Under Investigation (VUI) tahun 2020, bulan 12, varian 01," ujar Zubairi. Atas temuan jenis baru virus corona ini membuat kekhawatiran baru di dunia.

Sudah lebih dari 19 negara melaporkan kasus virus corona jenis baru ini di negaranya. Mulai dari negara Eropa seperti Belanda, Italia, Jerman, dan Perancis, juga negara-negara di Asia mulai dari Malaysia, Filipina, dan Singapura maupun Afrika Selatan.

Peneliti masih mempelajari lebih lanjut tentang varian ini untuk lebih memahami mengapa mudahnya menulari dan apakah vaksin resmi saat ini akan melindungi orang terhadap varian baru tersebut. Saat ini, tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan risiko kematian.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021) yang juga disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden. (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, dalam menekan peluang adanya mutasi virus Sars-Cov2 yang masuk, harus dilakukan menekan replikasi atau infeksi virus dengan menghambat laju penularan.

"Caranya dengan ketat menerapkan disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat. Sehingga tidak ada ruang bagi virus untuk mereplikasi dirinya," jelas dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas