Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Wamenkes: Belum Ada Laporan KIPI Berat Lansia Pasca Vaksinasi Covid-19

ada beberapa komorbid atau penyakit penyerta terutama hipertensi yang menyebabkan tertundanya pemberian vaksinasi.

Wamenkes: Belum Ada Laporan KIPI Berat Lansia Pasca Vaksinasi Covid-19
SRIPO/SRIPO/SYAHRUL
VAKSINASI UNTUK LANSIA --- Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pedagang Pasar Cinde Palembang yang tergolong kelompok lanjut usia (lansia), Rabu (3/3/2021). Sebanyak 253 pedagang pasar ini divaksin untuk menekan penyebaran COVID-19 dan memulihkan perekonomian di pasar tradisional. SRIPO/SYAHRUL 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sejauh pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat.

Hanya gejala ringan yang dialami Lansia pasca vaksinasi Covid-19.

Meski demikian, ada beberapa komorbid atau penyakit penyerta terutama hipertensi yang menyebabkan tertundanya pemberian vaksinasi.

Diketahui, ada relaksasi batas tekanan darah yang sebelumnya di bawah 140 menjadi 180 boleh divaksinasi.

“Mengenai KIPI, sejauh ini belum ada kejadian KIPI yang berat namun kejadian KIPI memang ada itu angkanya 4,2 per 1 juta vaksinasi. Jadi sangat rendah sekali kejadian KIPI nya biasanya berupa gatal-gatal ringan tapi tidak ada KIPI yang berat di keseluruhan vaksinasi,” ujar Dante seperti dikutip diketerangan Kemenkes, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Lansia Berlangsung Selama Empat Bulan

Nantinya, vaksin yang akan digunakan bukan hanya Sinovac tetapi ada platform lain yang akan didatangkan ke Indonesia antara lain Pfizer, Novavax, dan Astrazeneca.

Dr. Dante menekankan vaksinasi ini terus diupayakan selesai sampai waktu yang ditargetkan, yakni sampai akhir tahun 2021.

 Untuk mengejar target tersebut pelaksanaan vaksinasi perlu diubah menjadi sebuah gerakan bukan menjadi program.

Gerakan vaksinasi mengharuskan semua elemen masyarakat ikut andil mulai dari pihak swasta, asosiasi-asosiasi, hingga keluarga ikut membantu gerakan vaksinasi agar target 12 bulan vaksinasi untum 181,5 juta penduduk tercapai.

“Jadi gerakan vaksinasi ini percepatannya tidak secara eksklusif oleh Kemenkes tapi oleh seluruh masyarakat karena narasinya bukan lagi sebagai program tapi gerakan nasional secara bersama,” tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas