Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Virus Corona B117 Lebih Menular, Dokter Spesialis Paru Ini Rekomendasikan Percepatan Vaksinasi

Masyarakat diimbau memperketat protokol kesehatan sejak mutasi virus corona asal Inggris atau varian B117 telah dinyatakan masuk ke Indonesia.

Virus Corona B117 Lebih Menular, Dokter Spesialis Paru Ini Rekomendasikan Percepatan Vaksinasi
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Studi dari Harvard Medical School menyatakan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) kemungkinan sudah ada dan menyebar di China sejak Agustus 2019. 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat diimbau untuk memperketat protokol kesehatan sejak mutasi virus corona asal Inggris atau varian B117 telah dinyatakan masuk ke Indonesia.

Baru-baru ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan penambahan empat kasus infeksi virus corona B117 di Indonesia.

Keempat kasus yang terkonfirmasi itu ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Januari 2021, Kalimantan Selatan pada 6 Januari 2021, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 12 Februari 2021, dan Medan, Sumatera Utara pada 28 Januari 2021.

Baca juga: Senam Aerobik Jadi Klaster Baru Covid-19 di Tasikmalaya, 45 Warga Terpapar Virus Corona

Baca juga: Selain 3M, IDI Anjurkan Buka Jendela di Semua Ruangan saat Pandemi Covid-19

Meski saat ini keempat pasien virus corona B117 itu sudah dinyatakan sembuh, namun pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap berupaya melakukan surveilans terhadap kontak erat dari empat kasus Covid-19 tersebut.

Sebab, varian baru corona asal Inggris ini memiliki kemampuan untuk menularkan virus dengan lebih cepat.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science memperkirakan varian B117 memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari yang sebelumnya yakni sebesar 43 persen hingga 90 persen.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis paru, Dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) dalam virtual event bersama Kalbe Farma melalui aplikasi Zoom, Selasa (9/3/2021).

Menurut dia, dampak klinis dari varian B117 adalah lebih cepat menular. Tetapi, sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan keparahan penyakit.

"Orang-orang yang membawa varian virus baru harus segera diambil genom sequencing-nya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai varian tersebut," terangnya.

Oleh karena itu, dr Erlina merekomendasikan percepatan program vaksinasi agar masyarakat dapat segera membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas