Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ketua Satgas Covid-19 Klaim Ada Penurunan Kasus Aktif Virus Corona

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengklaim angka persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus menurun.

Ketua Satgas Covid-19 Klaim Ada Penurunan Kasus Aktif Virus Corona
Freepik
Update Covid-19 Global 15 Maret 2021: Total 120,4 Juta Kasus di Seluruh Dunia, 96,9 Juta Sembuh 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu tahun pandemi, data penularan orang yang terdampak virus Covid-19 sampai saat ini masih terus berjalan.

Namun Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengklaim angka persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus menurun.

Doni bahkan mengungkapkan jika angka penurunan kasus aktif di Indonesia lebih tinggi ketimbang global. Setidaknya penurunan kasus aktif di Indonesia.

"Sepanjang 2-3 bulan terakhir ini, kita bisa menurunkan kasus aktif. Sehingga pada hari ini capaian terbaik sudah satu digit 9,72% sedangkan kasus aktif dunia adalah 17,34%," ungkapnya ungkap Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang disiarkan YouTube DPR, Senin (15/3/2021).

Sedangkan di sisi lain, Doni mengatakan jika angka kematian memang masih berada di atas angka kematian global. Yaitu memiliki elisih 0,49%. Sehingga hal ini menurutnya menjadi perhatian bersama. 

Dari data yang dikumpulkan bersama Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), dilaporkan bahwa orang yang berusia lanjut terpapar Covid-19, termasuk yang lebih beresiko.

Termasuk mereka yang mengalami komorbid semisal ginjal, jantung, diabetes, hitepensi dan penyakit imun.

Baca juga: Pasien Lansia dan Pemilik Komorbid Harus Dilindungi Lebih Optimal

Di sisi lain, Doni juga mengatakan libur panjang juga memengaruhi melonjaknya kenaikan kasus aktif.

Tentu saja hal ini berdampak pada rumah sakit yang penuh sertadokter dan tenaga kesehatan terpapar covid.  

Menurut pemaparannya, larangan para pekerja baik itu pegawai negeri maupun pekerja swasta untuk tidak melakukan perjalanan keluar kota sangat efektif.

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas